Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Eko Yuli Irawan Raih Perunggu SEA Games 2025, Kirim Pesan Menohok: Kalahkan Saya Dulu, Baru Saya Mundur!

Mizan Ahsani • Senin, 15 Desember 2025 | 19:14 WIB
Eko Yuli Irawan, salah satu lifter andalan Indonesia di SEA Games 2025.
Eko Yuli Irawan, salah satu lifter andalan Indonesia di SEA Games 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Legenda hidup angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Meski gagal mempertahankan tradisi emas, lifter berusia 36 tahun ini berhasil mengamankan medali perunggu di ajang SEA Games 2025 Thailand, Minggu (14/12).

Bertanding di Chon Buri Sports Schools, Eko Yuli mencatatkan total angkatan 304 kilogram. Angka ini merupakan akumulasi dari snatch 138 kilogram dan clean and jerk 166 kilogram.

Meski berdiri di podium ketiga, performa Eko menunjukkan bahwa ia belum habis. Selisih angkatannya sangat tipis dengan para pesaing yang jauh lebih muda.

Kalah Tipis dari Tuan Rumah

Persaingan di kelas 65 kilogram berlangsung sengit.

Eko Yuli harus mengakui keunggulan lifter tuan rumah dan wakil Malaysia dengan selisih yang sangat ketat:

Emas: Patsaphong Tongsuk (Thailand) total 307 kg (snatch 134 kg, clean and jerk 173 kg).

Perak: Muhamad Aznil Bidin (Malaysia) total 306 kg (snatch 133 kg, clean and jerk 173 kg).

Perunggu: Eko Yuli Irawan (Indonesia) total 304 kg (snatch 138 kg, clean and jerk 166 kg).

Ia menegaskan bahwa jarak 2 kilogram dari perak dan 4 kilogram dari emas masih sangat mungkin untuk dikejar.

Raihan perunggu ini memiliki makna tersendiri. Setahun terakhir, Eko tidak mengejar angka maksimal, melainkan fokus pada pemulihan lutut. Strategi ini terbukti berhasil.

Dari Kejuaraan Asia hingga Kejuaraan Dunia, angkatan Eko terus merangkak naik dari 300 kilogram menjadi 304 kilogram di Thailand.

"Untuk angkatan sendiri masih 90 persen-an, belum maksimal. Tapi kondisi lutut sudah hampir pulih, nggak ada masalah," jelas lifter kelahiran 1989 tersebut.

Isu regenerasi kerap membayangi karier Eko Yuli.

Banyak suara yang memintanya pensiun demi memberi jalan bagi atlet muda kelahiran 2000-an. Namun, Eko memiliki jawaban tegas dan menohok terkait hal ini.

Ia menekankan bahwa regenerasi harus didasarkan pada kualitas, bukan sekadar pemberian tempat.

"Kalau memang ada pengganti, kualitasnya harus jelas. Jangan tiba-tiba mengganti tanpa bisa mengalahkan," tegas Eko.

"Dari dulu saya mendidik, junior harus ngalahin senior dulu. Kalau saya dikalahkan, saya akan mundur sendiri," sambungnya.

Bidik Asian Games Aichi dan Olimpiade LA

Alih-alih pensiun, pandangan Eko justru tertuju jauh ke depan. Ia kini bersiap menatap Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Ia ingin mengukur diri apakah masih layak bersaing di level elite Asia melawan lifter kuat dari China dan Korea.

"Kita lihat nanti persaingan di situ. Kalau masih mampu masuk lima besar, ya kita coba ke kualifikasi Olimpiade," tambahnya.

Jika lolos, Olimpiade 2028 Los Angeles akan menjadi panggung kelimanya di pesta olahraga terbesar dunia.

Sebelumnya ia sukses menyumbang medali di Beijing 2008, London 2012, Rio 2016, dan Tokyo 2020. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#angkat besi #Usia #medali #SEA Games 2025 #pensiun #eko yuli irawan