Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan perolehan medali SEA Games 2025 semakin memanas hingga Rabu, 17 Desember.
Thailand tampil dominan dan kian sulit dikejar di puncak klasemen, sementara Indonesia konsisten bertahan di posisi kedua.
Thailand Tak Terbendung
Tuan rumah Thailand menunjukkan superioritas sepanjang ajang. Hingga 17 Desember, Thailand telah mengoleksi 160 medali emas, 100 perak, dan 66 perunggu, dengan total 326 medali.
Raihan tersebut hampir dua kali lipat dari total medali Indonesia, menegaskan status Thailand sebagai kekuatan utama SEA Games edisi kali ini.
Dengan sisa pertandingan yang kian menipis, jarak emas yang terlalu jauh membuat Thailand nyaris mustahil terkejar oleh negara pesaing.
Indonesia Stabil di Posisi Kedua
Kontingen Merah Putih tetap tampil solid di papan atas. Indonesia kini mengoleksi 62 medali emas, 72 perak, dan 72 perunggu, dengan total 206 medali.
Posisi runner-up masih aman meski tekanan datang dari Vietnam dan Malaysia.
Vietnam berada di urutan ketiga dengan 48 emas dan total 182 medali, sementara Malaysia menguntit di posisi kelima dengan 30 emas dari total 151 medali.
Selisih 14 emas dengan Vietnam memberi ruang bagi Indonesia untuk fokus menambah pundi-pundi emas di sisa kompetisi.
Menariknya, jumlah perak dan perunggu Indonesia yang seimbang menunjukkan kekuatan merata di banyak cabang, meski tantangan berikutnya adalah mengonversi peluang tersebut menjadi emas.
Singapura dan Malaysia dengan Pola Berbeda
Singapura menempati peringkat keempat dengan 37 medali emas dan total 120 medali, mencerminkan strategi fokus pada cabang tertentu.
Malaysia justru mencatat perolehan perunggu terbanyak di enam besar, yakni 90 medali, meski emas mereka masih tertahan di angka 30.
Filipina melengkapi enam besar dengan total 168 medali, termasuk 94 perunggu, namun hanya mengoleksi 29 emas sehingga berada di bawah Malaysia.
Target 80 Emas Masih Terbuka
Dengan capaian 62 emas, Indonesia semakin mendekati target pemerintah sebesar 80 medali emas.
Konsistensi di fase akhir akan menjadi kunci untuk menjaga posisi runner-up sekaligus memperbesar peluang menutup SEA Games 2025 dengan capaian maksimal.
Editor : Ockta Prana Lagawira