Jawa Pos Radar Madiun - Juventus menghadapi situasi pelik menjelang dibukanya bursa transfer Januari.
Direktur utama klub, Damien Comolli, harus menyeimbangkan kebutuhan teknis tim dengan keterbatasan finansial akibat aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.
Klub berjuluk Bianconeri itu saat ini tengah berada dalam pengawasan UEFA terkait potensi pelanggaran Football Earning Rule untuk periode 2022/2023 hingga 2024/2025.
Kondisi tersebut membuat Juventus tak leluasa berbelanja pemain, di tengah tuntutan untuk tetap kompetitif.
Di sisi lain, Juventus wajib menjaga peluang finis di empat besar Serie A, yang menjadi target minimal demi mengejar keseimbangan keuangan klub pada 2027.
Target tersebut menjadi tanggung jawab pelatih Luciano Spalletti, yang membutuhkan tambahan pemain baru di beberapa sektor.
Karena itu, kata kunci Juventus di bursa Januari adalah kesempatan.
Manajemen berusaha mencari pemain yang kurang mendapat menit bermain di klub asal, namun memiliki potensi bangkit di Turin.
Faktor Piala Dunia 2026 di Amerika Utara juga dijadikan daya tarik untuk meyakinkan pemain agar mau pindah.
Namun ada prinsip tegas dari Comolli.
Juventus tak lagi menyukai peminjaman murni tanpa opsi kepemilikan karena hanya menguntungkan klub lain.
Setiap skema transfer, meski kreatif, harus tetap memberi Juventus kendali atas status pemain.
Prioritasnya Gelandang dan Bek Kanan
Sektor utama yang ingin diperkuat adalah lini tengah. Nama Pierre-Emile Højbjerg dari Marseille berada di urutan teratas daftar incaran, disusul Davide Frattesi.
Di sisi lain, Juventus juga membutuhkan bek kanan.
Hingga kini, Joao Mrio belum mampu meyakinkan, baik di era Igor Tudor maupun bersama Spalletti.
Pemain asal Portugal itu hanya mencatatkan total 27 menit bermain, gabungan dari liga dan Coppa Italia.
Masalah ini berpotensi semakin terasa karena Juventus berencana beralih ke formasi empat bek, di mana hanya Pierre Kalulu yang dinilai benar-benar siap mengisi posisi tersebut.
Target ideal Juventus adalah Marco Palestra, pemain milik Atalanta yang musim ini tampil impresif saat dipinjamkan ke Cagliari.
Namun peluang merekrutnya pada Januari sangat kecil karena Atalanta dipastikan meminta harga tinggi.
Selain itu, juga ada persaingan ketat dari klub Premier League.
Sebagai alternatif, Juventus mengalihkan radar ke dua pemain asal Prancis.
Nama pertama adalah Malo Gusto dari Chelsea, bek kanan dengan karakter menyerang yang mulai mendapat kepercayaan lebih besar di bawah pelatih Enzo Maresca.
Opsi lain adalah Christian Mawissa, pemain muda AS Monaco berusia 20 tahun. Mawissa merupakan bek tengah yang juga bisa bermain di sisi kanan.
Comolli mengenalnya dengan baik sejak masih bekerja di Toulouse. Minimnya menit bermain Mawissa di Monaco membuatnya dinilai sebagai opsi kesempatan yang realistis.
Menilik keterbatasan anggaran dan tekanan target, Juventus dipastikan harus sangat cermat.
Menyatukan kebutuhan taktik Spalletti dengan neraca keuangan klub menjadi tantangan terbesar Comolli di bursa transfer Januari. (naz)
Editor : Mizan Ahsani