Jawa Pos Radar Madiun - Sepak bola sulit ditebak. Apa yang terjadi di lapangan hijau kerap meleset dari angan-angan atau perkiraan.
Namun, bukan berarti tidak bisa diulas. Terutama yang berkaitan dengan data di atas kertas. Seperti formasi dan susunan pemain dua tim yang akan bertanding.
Kali ini, Mbah Sakat akan menganalisis laga Supercoppa Italia yang mempertemukan Napoli dan AC Milan.
Laga bakal berlangsung netral. Itu artinya, faktor tandang kandang bisa ditepikan terlebih dahulu.
Dengan kata lain, kedalaman tim, formasi, dan siapa saja pemain dari dua klub yang akan merumput, jadi faktor penting penentu hasil akhir.
Analisis Mbah Sakat Laga Napoli vs AC Milan
Tuan dan Nyonya sekalian, di sini Mbah Sakat mencoba menganalis formasi dan susunan pemain kedua klub.
Analisis ini mengesampingkan faktor kandang tandang lantaran laga digelar netral.
Napoli
Napoli diprediksi menerapkan formasi 3-4-3. Diketahui, formasi ini cenderung mengutamakan serangan.
Napoli di bawah Antonio Conte jelas menekankan intensitas tinggi.
Skema 3-4-3 memberi mereka keunggulan lebar lapangan, terutama lewat peran Giovanni Di Lorenzo dan Miguel Gutiérrez sebagai wing-back yang agresif menyerang.
Di lini tengah, duet Stanislav Lobotka dan Scott McTominay bakal saling melengkapi membangun serangan.
Lobotka menjadi pengatur tempo dan sirkulasi bola, sementara McTominay memberi dimensi fisik dan agresivitas pressing.
Kombinasi ini memungkinkan Napoli menekan lebih tinggi dan cepat merebut bola kembali.
Di lini depan, trisula David Neres – Rasmus Højlund – Noa Lang memberi variasi serangan.
Neres dan Lang aktif melakukan cut-inside dari sisi sayap, membuka ruang bagi Højlund sebagai target man utama.
Napoli akan berupaya menciptakan overload di sisi sayap Milan, memaksa bek sayap lawan bertahan lebih dalam.
AC Milan
Sementara itu, AC Milan besutan Massimiliano Allegri akan tampil lebih pragmatis dengan formasi 3-5-2.
Kepadatan lini tengah menjadi senjata utama, dengan Adrien Rabiot, Luka Modrić, dan Ruben Loftus-Cheek. Mereka membentuk segitiga yang kuat dalam duel fisik maupun distribusi bola.
Modrić berperan sebagai metronom permainan, sementara Rabiot dan Loftus-Cheek memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Keunggulan jumlah di tengah memungkinkan Milan meredam dominasi lini tengah lawan dengan pressing disiplin.
Di depan, duet Christian Pulisic dan Christopher Nkunku mengandalkan mobilitas dan eksploitasi ruang antar lini.
Lini Tengah Jadi Penentu
Tuan dan Nyonya sekalian, begitulah analisis Mbah Sakat untuk laga Supercoppa Italia antara Napoli vs AC Milan.
Napoli bakal cenderung mendominasi penguasaan bola dengan tempo tinggi dan serangan dari sisi lapangan.
AC Milan akan lebih sabar, menunggu momen untuk memukul balik lewat transisi cepat dan efektivitas lini depan.
Tim yang mampu memenangkan duel tengah dan memanfaatkan ruang transisi berpeluang besar akan keluar sebagai pemenang.
Akhir kata, analisis Mbah Sakat ini khusus untuk laga yang dijadwalkan pada Jumat 19 Desember 2025 pukul 02.00 WIB itu. (den)
Editor : Deni Kurniawan