Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert semakin terang benderang.
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini dikabarkan berhasil menyisihkan kandidat kuat lainnya, Giovanni van Bronckhorst, dalam bursa pelatih Skuad Garuda.
Bukan tanpa alasan PSSI menjatuhkan pilihan padanya.
Herdman dikenal bukan sebagai pelatih instan, melainkan seorang arsitek spesialis proyek jangka menengah yang mampu membangun fondasi tim dari nol hingga berprestasi dunia.
Spesialis Pecah Telur Prestasi
Karier kepelatihan Herdman diwarnai dengan tinta emas, baik di sektor putri maupun putra. Namanya mulai harum saat menangani Timnas Wanita Kanada (2011-2018).
Di tangannya, Kanada menjelma menjadi kekuatan menakutkan.
Puncaknya, ia mempersembahkan medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016.
Itu adalah medali Olimpiade pertama sepanjang sejarah sepak bola Kanada.
Baca Juga: Klasemen Akhir Medali SEA Games 2025: Indonesia Finis Runner Up Ungguli Vietnam
Akhiri Penantian 36 Tahun
Magis Herdman berlanjut ketika ia dipercaya memegang Timnas Putra Kanada pada 2018. Tantangannya tidak main-main. Kanada saat itu hanyalah tim non-unggulan.
Hasilnya luar biasa. Herdman sukses membawa Kanada menjuarai Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona CONCACAF.
Hebatnya, ia mengungguli raksasa tradisional seperti Amerika Serikat dan Meksiko.
Prestasi itu memastikan Kanada lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986, mengakhiri puasa selama 36 tahun.
Meski gagal lolos fase grup di Qatar 2022, Kanada di bawah asuhannya mencatat sejarah gol perdana di Piala Dunia dan tampil agresif tanpa rasa takut melawan tim-tim besar.
Keunggulan utama Herdman yang dinilai cocok untuk Indonesia bukan sekadar taktik, melainkan kemampuannya membangun mentalitas dan budaya kerja profesional.
Banyak pemain Kanada yang berkembang pesat dan menembus kompetisi elit Eropa berkat tangan dinginnya.
Meski belum memiliki pengalaman di sepak bola Asia, karakter Herdman sebagai team builder dinilai sangat pas untuk membangkitkan mental Timnas Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani