Jawa Pos Radar Madiun – Juventus sukses memenangi duel panas melawan rival langsung mereka dalam perebutan zona Liga Champions, AS Roma, dengan skor tipis 2-1 di Allianz Stadium, Turin, Minggu (21/12).
Kemenangan krusial ini membuat Bianconeri kini menempel ketat Roma di papan klasemen. Juventus (Posisi 5, 29 poin) kini hanya terpaut satu angka dari Roma (Posisi 4, 30 poin).
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyebut hasil ini sebagai "Kemenangan Ganda".
"Memenangi laga, dan belajar dari tim yang berhasil Anda kalahkan, merepresentasikan kemenangan ganda. Karena itu memberi kepercayaan diri bahwa Anda bisa bertarung dengan siapa saja," ujar Spalletti dikutip dari Sky Sport Italia.
Jalannya Pertandingan: Conceicao dan Openda Jadi Pahlawan
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Gol Pertama tercipta di menit 44. Juventus memecah kebuntuan jelang turun minum. Umpan matang Kenan Yildiz dikonversi menjadi gol indah oleh Francisco Conceicao lewat sepakan kaki kirinya.
Gol Kedua menyusul di menit 70. Berawal dari umpan silang Weston McKennie yang sempat ditepis kiper Mile Svilar, bola jatuh ke kaki Lois Openda yang berdiri bebas tanpa kawalan.
Gol Balasan Roma tercipta di menit 75. Roma memperkecil ketertinggalan lewat bola rebound Tommaso Baldanzi, setelah tembakan pertamanya ditepis kiper Michele Di Gregorio.
Spalletti Kritik Pedas Edon Zhegrova
Meski menang, Spalletti tidak sepenuhnya puas, terutama pada proses terjadinya gol balasan Roma. Ia menyoroti kesalahan Edon Zhegrova yang gagal melakukan tugas bertahan, berbeda dengan Kenan Yildiz yang rajin turun membantu pertahanan.
Spalletti menggunakan istilah unik untuk menggambarkan buruknya pertahanan Zhegrova.
"Saya tidak percaya Zhegrova akan bisa bertahan dengan solid, itu bukan karakteristiknya. Ketika dia harus bertahan, dia menjadi 'cair' (liquid)," kritik Spalletti.
"Dia bisa berlari kembali ke posisi, tapi terkadang Anda harus menempel lawan, membuat duel fisik. Itu bukan gayanya. Jika saya tidak bisa menempatkan bola di posisi di mana dia hanya perlu menyerang, maka kami menjadi rentan," tambahnya.
Puji Agresivitas Skuad Gasperini
Spalletti juga memberikan kredit kepada pelatih Roma, Gian Piero Gasperini. Menurutnya, Roma menciptakan tekanan luar biasa yang ia sebut sebagai "penjara mini".
"Tim asuhan Gasperini menciptakan 'penjara-penjara mini' di mana Anda merasa harus membebaskan diri, karena selalu ada seseorang di punggung Anda," analisis Spalletti.
Kemenangan ini harus dibayar mahal dengan cedera ringan pada dua pilar Juve.
Pencetak gol Francisco Conceicao dan bek Gleison Bremer yang baru tampil perdana sejak September harus ditarik keluar karena masalah otot.
Sementara itu, pada pertandingan lain, Lazio hanya bermain imbang 0-0 melawan tamunya Cremonese. Hasil ini menempatkan Lazio di posisi ke-8 (23 poin). (naz)
Editor : Mizan Ahsani