Jawa Pos Radar Madiun – Kekalahan 1-2 dari Juventus di Allianz Stadium, Minggu (21/12), menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini.
Usai laga, pelatih veteran tersebut secara terbuka mengirimkan sinyal kepada manajemen klub.
Ia mengakui bahwa Giallorossi membutuhkan amunisi baru di bursa transfer Januari mendatang jika ingin bersaing di level tertinggi.
Gasperini menyoroti tren negatif timnya yang selalu tumbang saat menghadapi tim-tim elit Serie A musim ini.
"Saya sangat puas dengan performa mereka, semangatnya bagus. Tetapi kami kalah dari Inter, Milan, Juventus, dan Napoli dan itu bukan kebetulan," ujar Gasperini, mengutip Football Italia.
Menurutnya, rentetan hasil buruk melawan pesaing langsung (direct rivals) menandakan adanya kesenjangan kualitas dalam skuadnya.
"Artinya kami kehilangan satu langkah. Saya berharap bursa transfer Januari dapat membantu kami melakukan itu. Tidak mudah, tapi kami harus yakin," tegasnya.
"Saya tidak tahu apakah itu akan datang dari bursa transfer, tapi pastinya itu sebuah peluang," tambah Gasp.
Laga melawan Juventus juga memperlihatkan tipisnya kedalaman skuad Roma di lini belakang. Mereka kehilangan Evan Ndicka (membela timnas) dan Mario Hermoso (kelelahan otot).
Kondisi ini memaksa Gasperini menurunkan bek muda berusia 20 tahun, Jan Ziolkowski, sebagai starter. Meski kalah, Gasperini tetap memuji penampilan sang youngster.
"Tidak mengherankan, kami kehilangan Ndicka dan Hermoso, dua dari tiga pilar pertahanan. Ziolkowski memainkan pertandingan yang sangat bagus," puji Gasperini.
Ia menyadari Ziolkowski melakukan beberapa kesalahan, namun hal itu wajar mengingat lawan yang dihadapi adalah barisan penyerang Juventus.
"Dia adalah pemain dengan potensi besar. Dia melakukannya dengan baik meskipun ada beberapa kesalahan yang bisa dilakukan siapa saja. pemain dengan prospek luar biasa," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani