Jawa Pos Radar Madiun – Penampilannya yang mencolok dengan rambut pirang dan kulit putih khas Eropa membuat sosoknya menyita perhatian di Extreme Sport Park Rajamangala, Bangkok.
Namun, saat namanya dipanggil, identitasnya sangat Indonesia. Nama atlet skateboard muda ini adalah Ni Wayan Malana Fairbrother.
Atlet muda asal Kuta, Bali, ini baru saja mengukir debut manis di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Turun di nomor Women’s Street, remaja berusia 13 tahun ini sukses menyabet medali perak pada final yang digelar 14 Desember lalu.
Nekat Pakai Trik Baru di Final
Kunci keberhasilan Mala meraih perak ternyata berkat kenekatannya mengeksekusi trik 5-0 (Five-O), sebuah teknik yang belum pernah ia latih sebelumnya.
“Itu trik baru. Bahkan sebelum ke SEA Games aku tidak pernah coba sama sekali. Pas sampai di sana, Bapak bilang 'Ayo kamu bisa Five-0', aku coba sekali dan ternyata bisa," kenang Mala.
Berbekal dorongan sang ayah, Mala menggunakan trik tersebut di kompetisi dan mendulang poin besar.
Ia mengumpulkan total 125,42 poin, hanya kalah dari atlet tuan rumah, Chunkao Udomphen.
“Lawan saya bisa dibilang sulit. Yang dapat emas juga jago sekali, dia juga umurnya masih 10 tahun," ujarnya mengakui ketangguhan lawan.
Profil Ni Wayan Malana Fairbrother
Di balik paras "bule"-nya, Mala adalah Warga Negara Indonesia (WNI) tulen dan bukan naturalisasi. Ia lahir di Denpasar, 17 Maret 2012.
Darah Bali mengalir dari nenek pihak Ibu, sementara darah Sulawesi berasal dari kakek pihak Ayah.
Ayahnya, Afandy Dharma Fairbrother, merupakan keturunan Inggris-Sulawesi, sedangkan ibunya, Cynthia Dewi, memiliki garis keturunan Bali-Australia.
Bakat cemerlang Mala sempat tercium oleh federasi luar negeri.
Ia bahkan pernah mendapat tawaran untuk bergabung dengan Timnas Australia. Namun, dengan tegas ia menolaknya.
"Aku ada kesempatan sama tim Australia, tapi tidak. Saya mau sama Indonesia," tegas Mala dengan logat campurannya.
Dari Surfing ke Skateboard
Mala tumbuh di lingkungan Kuta yang kental dengan budaya surfing dan skateboard.
Sejak usia empat tahun, ia sudah mengikuti jejak ayah dan kakaknya, Genghis Bradley, bermain papan seluncur.
Sempat bimbang antara menjadi peselancar atau skater, Mala akhirnya memantapkan hati di skateboard setelah menjuarai berbagai kompetisi lokal hingga internasional.
Ia bahkan sempat menembus peringkat 25 dunia di ajang World Skateboarding Tour (WST) di Roma, Italia, Juni 2025 lalu.
Target Olimpiade
Kini, tugas negara di SEA Games telah tuntas. Mala tengah menikmati waktu istirahatnya di Bali sembari menyusun mimpi baru.
Dukungan penuh dari orang tua yang merelakannya masuk Pelatnas di Cikarang selama tujuh bulan terbayar lunas.
Ke depan, sang skater itu membidik target yang lebih tinggi.
“Aku ingin diundang ke SLS (Street League Skateboarding) dan ingin main di X Games. Ingin ke World Skate lagi, Asian Games, dan semoga Olimpiade," ungkapnya penuh semangat.
Mala juga menitipkan pesan kepada pemerintah agar memperbanyak skatepark berstandar Olimpiade di Indonesia, mengingat besarnya potensi bibit-bibit muda skater di tanah air. (naz)
Editor : Mizan Ahsani