Jawa Pos Radar Madiun - Masalah cedera pemain kian menjadi beban serius bagi klub-klub elite Eropa, termasuk di Italia.
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Juventus dan AC Milan berada jauh di atas rata-rata Serie A.
Baik dari sisi jumlah cedera maupun biaya finansial yang harus ditanggung klub.
Temuan tersebut berasal dari Indeks Cedera Sepak Bola Pria Eropa yang dipresentasikan di London oleh grup pialang asuransi Howden.
Laporan ini menyoroti dampak cedera terhadap performa dan keuangan klub dalam lima liga top Eropa.
Serie A Termasuk Liga dengan Beban Cedera Tinggi
Dalam lima musim terakhir, cedera pemain telah menjadi kerugian finansial besar bagi klub-klub Serie A.
Pada musim 2024–2025 saja, total biaya gaji pemain yang tidak bisa tampil akibat cedera mencapai €103,14 juta.
Jika ditarik lebih panjang, sejak musim 2020–2021 hingga 2024–2025, klub-klub Italia secara kolektif menghabiskan €495,23 juta.
Atau rata-rata €99,05 juta per musim, hanya untuk membayar pemain yang masuk ruang perawatan.
Angka tersebut menempatkan Serie A sebagai salah satu liga paling terdampak di Eropa dari sisi biaya cedera.
Jumlah Cedera Serie A dalam Lima Musim
Laporan tersebut juga menganalisis frekuensi dan tingkat keparahan cedera di lima liga besar Eropa.
Dalam rentang lima musim, Serie A mencatat 3.967 cedera, menempati posisi keempat di bawah Bundesliga, Premier League, dan La Liga.
Rata-rata pemain di Serie A harus menepi selama 20,15 hari per cedera.
Lebih singkat dibanding Ligue 1 yang mencapai 30,93 hari, namun hampir setara dengan Premier League yang berada di angka 21,53 hari.
Dari seluruh peserta Serie A, Juventus dan AC Milan menjadi dua klub yang paling konsisten melampaui rata-rata liga dalam urusan cedera pemain.
Juventus Paling Parah
Juventus mencatat periode paling mengkhawatirkan pada musim 2021–2022 dengan 91 cedera, jauh di atas rata-rata liga yang hanya berada di angka 42 cedera per tim.
Meski sempat mengalami perbaikan, Juventus tetap menutup musim terakhir dengan 56 cedera.
Dalam kurun lima musim, Bianconeri menghabiskan sekitar €97,71 juta untuk gaji pemain yang cedera atau rata-rata €19,54 juta per musim.
Angka ini menjadikan Juventus sebagai klub Serie A dengan beban biaya cedera tertinggi.
AC Milan Masih di Atas Rata-Rata Liga
Rekor AC Milan sedikit lebih baik, namun tetap berada di atas ambang normal Serie A.
Jumlah cedera Rossoneri berkisar antara 61 kasus pada musim 2020–2021 hingga 51 cedera pada musim 2023–2024, sebelum kembali meningkat menjadi 58 cedera pada musim 2024–2025.
Dalam lima musim, Milan mengeluarkan sekitar €48,99 juta untuk gaji pemain yang cedera, hampir setengah dari total pengeluaran Juventus.
Tren Cedera Serie A Kian Mengkhawatirkan
Studi ini juga menyoroti tren peningkatan cedera di Serie A secara keseluruhan.
Pada musim 2024–2025, rata-rata cedera per tim naik menjadi 43 kasus, meningkat delapan cedera dibanding musim sebelumnya.
Padatnya jadwal kompetisi, tuntutan laga internasional, serta minimnya waktu pemulihan dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko cedera.
Kondisi ini menimbulkan tantangan struktural bagi sepak bola Italia dalam menjaga kebugaran pemain dan stabilitas performa tim.
Situasi tersebut membuat isu manajemen kebugaran dan rotasi pemain menjadi semakin krusial.
Terutama bagi klub-klub besar seperti Juventus dan AC Milan yang terus berjuang menjaga konsistensi di tengah jadwal kompetisi yang semakin padat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan