Jawa Pos Radar Madiun – Bintang voli putri nasional, Yolla Yuliana, memastikan dirinya belum habis.
Menatap musim kompetisi Proliga 2026, pemain berposisi middle blocker ini resmi berlabuh ke Jakarta Livin Mandiri (JLM).
Kepindahannya dari Jakarta Popsivo Polwan menandai babak baru dalam karirnya. Namun, ada pemandangan unik di klub barunya kali ini.
Yolla, yang kini menginjak usia 30-an, mendapati dirinya sebagai pemain paling seniordi antara rekan-rekan setimnya.
Dikelilingi Pemain Usia 14 Tahun
Yolla tidak menampik bahwa komposisi skuad Jakarta Livin Mandiri musim ini didominasi oleh darah muda.
Bahkan, beberapa di antaranya masih berusia sangat belia, yakni rentang 14 hingga 17 tahun.
"Dengan banyaknya pemain muda, itu memang PR tersendiri. Ada yang 14 tahun, ada yang 17 tahun, jadi saya yang 30-an sendiri. Tapi itu justru bikin saya semakin semangat," ungkap Yolla.
Meski celah usia terpaut jauh, Yolla justru melihat sisi positifnya. Menurutnya, energi meledak-ledak dari para junior adalah apa yang dibutuhkan tim saat ini.
"Kalau dilihat, mental pemain muda biasanya membara. Itu yang dibutuhkan. Kalau kebanyakan senior biasanya kurang berapi-api. Semoga di tahun 2026 ini energinya bisa keluar," tambahnya.
Sebagai atlet senior, Yolla mengakui bahwa tantangan fisik dan ancaman cedera selalu membayangi.
Sempat terbesit pertanyaan kapan harus berhenti, namun hasrat berkompetisinya masih terlalu kuat.
"Di hati sendiri itu memacu, 'bisa kok ayo lawan diri kamu'. Cedera dikit bisa kok. Jadi ada pertandingan di dalam diri sendiri, antara pengen sudah (pensiun) atau lanjut," katanya.
Publik voli tanah air kerap menyematkan label pembawa keberuntungan pada Yolla.
Sejak Proliga digelar pascapandemi, tim yang dibela atlet kelahiran 1994 itu kerap menembus babak Grand Final.
Yolla mengakui predikat itu menjadi beban tersendiri.
Namun, ia memilih realistis. Target utamanya bersama JLM saat ini adalah mengamankan tiket Final Four terlebih dahulu.
"Predikat grand final itu memang sudah melekat, dan itu jadi beban buat saya pribadi. Tapi setiap pemain pasti punya bebannya masing-masing," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani