Jawa Pos Radar Madiun – Teka-teki sosok pengganti Patrick Kluivert di kursi kepelatihan Timnas Indonesia akhirnya terjawab.
PSSI dilaporkan resmi menunjuk pelatih asal Inggris, John Herdman, sebagai arsitek baru Skuad Garuda.
Tak tanggung-tanggung, pelatih berusia 50 tahun itu langsung diikat kontrak jangka panjang untuk periode 2026–2030.
Menariknya, PSSI memberikan mandat ganda.
Herdman tidak hanya akan memimpin Timnas Senior, tetapi juga mengambil alih kendali Timnas U-23 yang kosong usai masa bakti Indra Sjafri berakhir setelah kegagalan di SEA Games 2025.
Baca Juga: Menang 6 dari 7 Laga, Bos Besar Juventus Bakar Semangat Pemain Jelang Lawan Pisa
Alasan Satu Paket Senior dan U-23
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa keputusan menyatukan kepemimpinan tim senior dan U-23 adalah hasil diskusi matang dengan Ketum PSSI dan Exco.
"Untuk pelatih U-23 atau U-22 itu nanti akan menjadi satu paket, akan menjadi satu paket dengan pelatih Timnas Senior," tegas Sumardji.
Langkah ini diambil untuk menyelaraskan visi permainan dari level usia muda ke senior, sekaligus efisiensi strategi jangka panjang.
Rekam Jejak Mentereng: Bawa Kanada ke Piala Dunia
Nama John Herdman dipilih bukan tanpa alasan. Ia dinilai lebih realistis dan "masuk akal" secara anggaran dibandingkan kandidat lain seperti Giovanni van Bronckhorst.
Namun, kualitasnya tidak kaleng-kaleng.
Prestasi Herdman yang paling sorotan dunia adalah saat membesut Timnas Pria Kanada (mulai 2018).
Ia sukses membawa Kanada menjuarai kualifikasi CONCACAF Piala Dunia 2022, mengangkangi raksasa seperti Amerika Serikat dan Meksiko.
Keberhasilan itu membawa Kanada lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986, mengakhiri puasa panjang selama 36 tahun.
Sebelumnya, di sektor putri (2011–2018), ia juga membawa Timnas Wanita Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade (London 2012 dan Rio 2016).
Menikung Honduras dengan Gaji Fantastis
Proses perekrutan Herdman tergolong cepat. Media asing asal Honduras, Once Noticias, melaporkan bahwa PSSI sukses "membajak" Herdman yang sebelumnya juga diincar oleh Federasi Sepak Bola Honduras (FFH).
PSSI dikabarkan bergerak sat-set. Hanya dalam dua kali pertemuan, kesepakatan tercapai. Faktor kuncinya adalah tawaran gaji yang menggiurkan.
"Di Indonesia, proses berjalan cepat. Herdman berhasil diyakinkan melalui kontrak bernilai ribuan dolar per bulan, angka yang dinilai sulit dijangkau atau setidaknya tidak berani diajukan FFH sejak awal," tulis Once Noticias.
Dengan pengalaman manajerial yang solid dan dukungan dana PSSI, publik tanah air kini menaruh harapan besar di pundak Herdman untuk menerbangkan Garuda lebih tinggi di kancah Asia dan Dunia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani