Jawa Pos Radar Madiun – Gelandang jangkar Persib Bandung, Thom Haye, meluapkan kekesalannya jelang laga penutup tahun 2025.
Pemain naturalisasi itu mengaku tak habis pikir dengan penyusunan jadwal kompetisi yang mengharuskan Maung Bandung tetap merumput di masa liburan akhir tahun.
Persib dijadwalkan menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu besok, 27 Desember 2025.
Bagi Haye, jadwal ini sangat mengganggu, mengingat tanggal tersebut lazimnya menjadi waktu istirahat bagi pemain profesional di berbagai liga dunia.
“Saya bisa katakan, bagi saya ini sangat gila menempatkan jadwal pertandingan di tanggal 27. Semua tahu mengenai periode ini,” cetus Haye dilansir dari Simamaung.
“Bagi kami untuk bermain di periode ini menurut saya gila, terutama jika melihat jadwal tim lain dan waktu yang mereka miliki,” tambahnya dengan nada kecewa.
Meski dongkol dengan jadwal "gila" tersebut, Haye menegaskan komitmennya tidak luntur sedikitpun.
Ia justru memiliki obsesi besar untuk menutup tahun 2025 dengan manis,yakni membawa Persib ke puncak klasemen Super League.
Saat ini, Persib duduk di posisi kedua dengan 31 poin, hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen, Borneo FC.
Laga melawan PSM menjadi krusial. Haye ingin menjadikan laga ini sebagai momen kebangkitan setelah hasil kurang maksimal melawan Malut United sebelumnya.
“Semua tahu mengenai kekalahan dari Malut, tetapi kami bisa menunjukkannya lagi dengan meraih kemenangan. Jika kami bisa terus menang, kami akan semakin dekat (ke juara). Pada akhirnya kami bisa berada di puncak,” tegas pemain kelahiran Belanda itu.
Syarat Kudeta Borneo FC
Peluang Persib untuk mengudeta Borneo FC di pekan ini cukup terbuka, namun dengan syarat berat.
Persib wajib menang atas PSM Makassar. Harus menang dengan margin minimal tiga gol.
Selain itu di laga lain, Borneo FC juga harus menelan kekalahan.
Jika skenario ini terwujud, Thom Haye dan kawan-kawan bisa menikmati malam pergantian tahun baru dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara Super League. (naz)
Editor : Mizan Ahsani