Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira menyelimuti markas latihan Lazio di Formello jelang pergantian tahun.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam pengetatan ikat pinggang yang menyiksa, manajemen Lazio akhirnya bisa bernapas lega.
Komisi keuangan independen dilaporkan telah memberikan lampu hijau bagi Biancocelesti untuk beroperasi secara bebas di bursa transfer Januari 2026.
Ini adalah momen "pembebasan spiritual" bagi klub yang pada musim panas lalu sempat terkena embargo transfer akibat masalah rasio likuiditas.
Baca Juga: Maarten Paes ke Persib Bandung? Segini Perkiraan Biaya Transfernya
Lotito, dari "Si Pelit" Menjadi Penyelamat
Presiden Lazio, Claudio Lotito, yang selama ini kerap dikritik fans karena kebijakan keuangannya yang super irit, kini membuktikan bahwa metodenya berhasil.
Tanpa perlu suntikan dana instan dari investor asing (seperti rumor pengambilalihan oleh Qatar yang kerap ia bantah), Lazio sukses menyehatkan neraca keuangannya sendiri.
Kini, Direktur Olahraga Angelo Fabiani bisa masuk ke ruang negosiasi dengan buku cek yang "sehat".
Apa artinya ini bagi skuad asuhan Maurizio Sarri? Artinya adalah kedalaman skuad.
Selama ini, Starting XI Lazio mampu bersaing dengan siapa saja di Italia.
Namun, mesin tim langsung macet begitu pemain kunci seperti Taty Castellanos atau Alessio Romagnoli absen.
Dengan dicabutnya embargo ini, Lazio tidak perlu lagi menunggu penjualan pemain (seperti rumor Nuno Tavares yang diincar Al-Ittihad) untuk bisa membeli pemain baru.
Fokus utama di bulan Januari bukan sekadar menambal sulam, melainkan mencari pelapis sepadan agar Lazio bisa bersaing di jalur Scudetto hingga akhir musim.
Proyek Stadio Flaminio
Stabilitas finansial ini juga berdampak pada visi jangka panjang klub.
Dengan neraca yang sehat, Lazio kini memiliki landasan yang kuat untuk merealisasikan renovasi Stadio Flaminio, yang selama ini menjadi "cawan suci" impian era Lotito.
Langit kota Roma kini terlihat lebih biru bagi para pendukung Si Elang. Januari bukan lagi soal bertahan hidup, tapi soal membeli harapan baru. (naz)
Editor : Mizan Ahsani