Jawa Pos Radar Madiun – Ada pepatah lama di sepak bola Italia, tim juara adalah tim yang bisa meraih tiga poin bahkan ketika mereka bermain buruk.
Jika teori ini benar, maka kemenangan 2-0 Juventus atas Pisa akhir pekan lalu adalah sinyal bahaya bagi para rival.
Juventus kini telah kembali.
Di bawah tangan dingin Luciano Spalletti, Si Nyonya Tua perlahan tapi pasti merangsek ke papan atas Serie A, menebar ancaman nyata bagi Inter Milan dan Napoli dalam perburuan Scudetto.
Mentalitas Juara, Sabar dan Sedikit Keberuntungan
Saat melawan Pisa, Juventus tampil buruk selama satu jam.
Mereka bahkan nyaris kebobolan dua kali (tiang dan mistar gawang menyelamatkan mereka). Namun, di akhir laga, merekalah yang tertawa.
Poin paling krusial dari kebangkitan ini adalah perubahan atmosfer.
Selama 18 bulan terakhir, Juventus terjebak dalam pusaran negatif. Pemain bintang yang datang seolah berubah menjadi pemain buruk.
Namun, sejak Spalletti mengambil alih, aura di Turin berubah. Rasa percaya diri mulai tumbuh kembali.
Prediksi Scudetto: Inter dan Napoli Lebih Kuat, tapi...
Apakah Juventus benar-benar bisa juara? Secara objektif, Agresti menilai Inter Milan dan Napoli masih memiliki skuad yang lebih kuat dan lengkap.
Namun, Juventus punya senjata rahasia di bulan Januari, yakni jadwal yang relatif ringan.
Dalam empat laga ke depan hingga 17 Januari, Juventus akan menghadapi lawan yang di atas kertas bisa diatasi.
Keempatnya yakni Lecce, Sassuolo, Cremonese, dan Cagliari.
Sementara di saat yang sama, rival-rivalnya akan saling bunuh di "Jalur Neraka".
Inter Milan harus melawan Atalanta dan Bologna. Sementara Napoli harus bertandang ke markas Lazio dan menghadapi Inter Milan (11 Januari). (naz)
Editor : Mizan Ahsani