Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Liam Rosenior: Calon Pelatih Chelsea Pengganti Maresca, Ini Profil dan Rekam Jejak Si Orang Dalam BlueCo

Mizan Ahsani • Jumat, 2 Januari 2026 | 06:01 WIB
Pelatih Strasbourg Liam Rosenior.
Pelatih Strasbourg Liam Rosenior.

Sosok Liam Rosenior, Orang Dalam BlueCo yang Sukses Bawa Strasbourg ke Eropa

Jawa Pos Radar Madiun – Nama Liam Rosenior mendadak mencuat ke permukaan pasca pengumuman perpisahan Chelsea dengan Enzo Maresca.

Pelatih muda berusia 41 tahun ini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menduduki kursi panas di Stamford Bridge.

Bukan tanpa alasan, Rosenior memiliki koneksi kuat sebagai "orang dalam" dan rekam jejak impresif dalam memoles talenta muda.

Berikut adalah profil lengkap dan alasan mengapa ia difavoritkan memimpin The Blues.

Baca Juga: Federico Barba Juga Diincar Palermo: Filippo Inzaghi Ngebet Boyong Bek Persib Bandung

1. Koneksi "Orang Dalam" BlueCo

Alasan utama Rosenior menjadi favorit adalah posisinya saat ini sebagai pelatih kepala RC Strasbourg Alsace, klub Liga Prancis (Ligue 1).

Perlu diketahui, Strasbourg dan Chelsea berada di bawah payung kepemilikan yang sama, yakni konsorsium BlueCo yang dipimpin Todd Boehly.

Hal ini membuat manajemen Chelsea sudah sangat mengenal kinerja dan etos kerja Rosenior, sehingga proses transisi diprediksi akan berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi yang berarti.

Baca Juga: Chelsea Umumkan Resmi Berpisah dengan Enzo Maresca, Liam Rosenior Jadi Kandidat Suksesor

2. Prestasi Gemilang di Prancis

Sejak ditunjuk melatih Strasbourg pada 25 Juli 2024, Rosenior langsung memberikan dampak instan.

Menggantikan legenda Patrick Vieira yang hanya finis di posisi ke-13, Rosenior menyulap Strasbourg menjadi tim papan atas.

Di musim perdananya, ia membawa Strasbourg finis di peringkat ke-7 Ligue 1, sekaligus mengamankan tiket ke UEFA Conference League.

Pada debutnya (18 Agustus 2024), Rosenior mencatatkan sejarah dengan menurunkan Starting XI di mana seluruh pemain outfield-nya (selain kiper) berusia di bawah 23 tahun.

Ini membuktikan keberaniannya mempercayai talenta muda, sesuatu yang sangat dibutuhkan skuad Chelsea saat ini.

3. Karir Kepelatihan Liam Rosenior

Sebelum hijrah ke Prancis, Rosenior kenyang pengalaman di sepak bola Inggris.

Derby County: Memulai karir kepelatihan sebagai staf Phillip Cocu, lalu menjadi asisten Wayne Rooney, hingga dipercaya sebagai manajer interim pada 2022.

Hull City: Menangani The Tigers dari November 2022 hingga Mei 2024.

Ia nyaris membawa Hull promosi ke Premier League dengan finis di peringkat ke-7, hanya selisih sedikit dari zona play-off.

Meskipun dipecat oleh pemilik Hull, Acun Ilicali, karena perbedaan filosofi (Ilicali ingin sepak bola menyerang total, sementara Rosenior lebih pragmatis dan terorganisir), reputasinya sebagai pelatih cerdas tetap terjaga.

4. Tantangan Rasisme

Perjalanan karir Rosenior tidak selalu mulus.

Pada April 2024, saat dinominasikan sebagai Manager of the Season divisi Championship, ia sempat menjadi korban serangan rasisme.

Namun, ia merespons hal tersebut dengan profesionalisme tinggi dan tetap fokus pada performa tim.

5. Latar Belakang Pemain

Sebagai mantan pesepak bola profesional, Rosenior bermain sebagai full-back atau winger.

Ia mencatatkan total 161 penampilan untuk Hull City dan pernah membela klub-klub seperti Fulham, Reading, dan Brighton. Ia juga merupakan mantan punggawa Timnas Inggris U-20 dan U-21 dengan total 11 caps.

Kombinasi pengalaman sebagai pemain di Inggris, kesuksesan taktis di Prancis, dan keberanian mengorbitkan pemain muda menjadikan Liam Rosenior sosok yang dinilai paling pas untuk menukangi Chelsea di sisa musim ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Pelatih Chelsea #ligue 1 #pemain #maresca #pelatih #conference league #Chelsea #profil Liam Rosenior #Liam Rosenior #liga inggris #Strasbourg #profil #premier league