Juventus Krisis Striker! Jonathan David Gagal Penalti, Openda Buang Peluang Emas
Mizan Ahsani• Minggu, 4 Januari 2026 | 16:39 WIB
Jonathan David tampil menonjol di laga vs Udinese.
David Minta Jatah Penalti tapi Gagal, Openda Tak Berkutik Depan Gawang Kosong, Bakal Buru Pemain Baru di Bursa Transfer Januari?
Jawa Pos Radar Madiun – Juventus punya banyak masalah.
Kalimat itu mungkin yang paling tepat menggambarkan kondisi skuad Bianconeri usai ditahan imbang Lecce di kandang sendiri.
Masalahnya bukan di pertahanan, melainkan tumpulnya dua ujung tombak anyar mereka yakni Jonathan David dan Lois Openda.
Pelatih Luciano Spalletti kini berada dalam situasi sulit. Di tengah absennya Dusan Vlahovic karena cedera (dan kontrak yang akan habis), ia tidak memiliki alternatif yang mumpuni.
Arkadiusz Milik juga seolah hilang ditelan bumi.
Jonathan David: Gaji Tinggi, Minim Kontribusi
Sorotan utama tertuju pada Jonathan David. Striker Timnas Kanada ini menjadi "pesakitan" utama dalam laga melawan Lecce.
Ia menyia-nyiakan peluang emas dari titik putih yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan. Padahal, David bukanlah eksekutor utama.
Ia meminta bola kepada Locatelli dan Kenan Yildiz untuk mengambil penalti tersebut, dengan harapan bisa memulihkan kepercayaan dirinya yang sedang hancur.
Sayangnya, eksekusinya buruk. Ini menjadi kegagalan penalti ke-6 dalam kariernya.
Statistik David di Serie A musim ini sangat mengkhawatirkan. Ia baru mencetak gol di laga pembuka melawan Parma, selebihnya nihil.
Gol-golnya di Liga Champions melawan Bodo/Glimt dan Pafos dinilai hanya ilusi yang menutupi performa buruknya di liga domestik.
Padahal, David adalah pemain dengan gaji tertinggi kedua di skuad (6 juta euro per musim) setelah Vlahovic.
Statusnya sebagai pemain gratisan (free transfer) kini mulai dipertanyakan efektivitasnya.
Jika David bermasalah dengan mental, Lois Openda bermasalah dengan ketajaman. Masuk sebagai pengganti, striker Belgia ini juga gagal memanfaatkan peluang emas.
Momen paling fatal adalah ketika ia gagal menyambar bola rebound hasil tembakan Kenan Yildiz yang membentur tiang gawang. Padahal, posisi gawang sudah sangat terbuka.
Didatangkan dengan mahar fantastis lebih dari 40 juta euro dari RB Leipzig, kontribusi Openda sangat minim.
Hingga Januari 2026, ia baru mencetak total 2 gol (1 di Serie A, 1 di Liga Champions). Angka yang sangat jomplang dibandingkan harganya.
Situasi ini membuat Luciano Spalletti terjepit.
Ketergantungan pada aksi individu para pemain sayap seperti Kenan Yildiz, Edon Zhegrova, dan Francisco Conceicao tidak cukup untuk menutupi lubang di posisi nomor 9.
Akankah Spalletti akan meminta manajemen Juventus rekrut penyerang baru di bursa transfer Januari? Menarik untuk dinanti! (naz)