Jawa Pos Radar Madiun - Destiny Elimoghale, pemain berusia 16 tahun, mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama Juventus dan langsung meninggalkan kesan positif.
Dalam salah satu sesi latihan, Elimoghale bahkan mampu mencetak gol ke gawang Michele Di Gregorio.
Performa tersebut tak luput dari perhatian pelatih kepala Juventus Luciano Spalletti, yang memberikan evaluasi terbuka terhadap perkembangan sang pemain muda.
Spalletti menyoroti kelincahan dan keberanian Elimoghale saat duel satu lawan satu. Karakter yang dianggap penting dalam skema permainan ofensif Juventus.
Meski demikian, sang pelatih menegaskan bahwa penguatan fisik menjadi tahapan krusial agar Elimoghale mampu bersaing secara konsisten di Serie A dan kompetisi Eropa.
“Kita perlu membantunya tumbuh dengan cara yang benar, memberinya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di waktu yang tepat,” ucap Spalletti.
Diplot Jadi Pelapis Kenan Yildiz
Di internal klub, Destiny Elimoghale disebut-sebut akan diplot sebagai pelapis Kenan Yildiz.
Kesamaan profil bermain di area ofensif, kreatif, dan agresif dalam membawa bola membuat Elimoghale dinilai cocok sebagai opsi rotasi di lini serang.
Strategi ini juga sejalan dengan kebijakan Juventus yang mulai mengandalkan regenerasi dari akademi dan Juventus Next Gen, sekaligus menjaga kedalaman skuad tanpa harus belanja besar.
Sinyal Masa Depan Juventus
Keterlibatan Elimoghale dalam latihan tim utama menjadi sinyal kuat bahwa Juventus serius membangun masa depan.
Dengan usia yang masih sangat muda, ia berpeluang mengikuti jalur pemain-pemain muda lain yang naik bertahap ke level senior.
Bagi Juventus, menyiapkan Destiny Elimoghale sebagai pelapis Kenan Yildiz bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan investasi untuk kesinambungan performa Si Nyonya Tua di masa depan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan