Jawa Pos Radar Madiun – Sosok ikonik bola voli putri Indonesia, Wilda Nurfadhilah, dipastikan tidak akan jauh-jauh dari lapangan pada gelaran Proliga 2026.
Meski telah memutuskan pensiun pada 2025 lalu, wanita yang akrab disapa "Teh Kiwil" ini kembali dengan peran baru yang krusial.
Wilda resmi bergabung dalam jajaran kepelatihan tim Jakarta Livin Mandiri (JLM). Namun, ia menegaskan posisinya bukan sebagai pelatih murni, melainkan lebih sebagai mentor.
"Alhamdulillah dipercaya. Sebenarnya belum jadi tim pelatih sepenuhnya karena ada kendala kesehatan. Jadi saya di sini sebagai pendamping anak-anak, mungkin juga masuk ke bench, jadi jembatan antara pemain dan pelatih," ungkap Wilda, Senin (5/1).
Tugas Baru Wilda di Jakarta Livin Mandiri
Manajemen JLM merekrut kembali Wilda karena kontribusinya musim lalu saat masih bermain.
Kini, ia bertugas memuluskan komunikasi antara pemain lokal dengan Pelatih Kepala asal Thailand, Danai Sriwatcharamethakul.
Wilda mengaku proses adaptasi berjalan lancar karena sudah mengenal karakter Coach Danai dan Asisten Pelatih Octavian.
"Karena sudah sering bareng, jadi chemistry-nya juga oke. Saling sharing, di Indonesia gimana, di Thailand gimana. Itu lumayan enak untuk komunikasinya," jelas mantan kapten Timnas Voli Putri Indonesia tersebut.
Belajar dari Pelatih Dunia
Bagi perempuan berusia 30 tahun ini, kesempatan mendampingi Coach Danai adalah ajang menimba ilmu.
Ia mengaku tidak ingin buru-buru terjun penuh sebagai pelatih kepala, melainkan ingin menjalani proses belajar secara bertahap.
"Danai itu pelatih internasional, bahkan dunia. Jadi banyak banget pelajaran yang bisa diambil, bukan cuma teknis, tapi juga attitude menghadapi situasi," tambahnya.
Sepanjang kariernya, Wilda dikenal sebagai Middle Blocker legendaris yang sukses membawa berbagai klub seperti Jakarta Elektrik PLN, Bandung BJB Tandamata, hingga Jakarta BIN meraih gelar juara.
Kini, sentuhan dinginnya diharapkan mampu mendongkrak mentalitas skuad muda Jakarta Livin Mandiri dari pinggir lapangan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani