Jawa Pos Radar Madiun – Perjuangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, di ajang Malaysia Open 2026 patut diacungi jempol.
Bertanding di Kuala Lumpur, Rabu (7/1), pasangan ini sukses meraih hasil positif dengan merengkuh tiket ke babak 16 besar.
Itu setelah Ana Trias melewati drama rubber game yang menguras emosi.
Ana/Meilysa menundukkan pasangan kuat India, Treesa Jolly/Gayatri G Pullela, dengan skor ketat 21-9, 21-23, 21-19.
Kemenangan ini menjadi modal berharga sekaligus pembuktian mental baja mereka di awal tahun.
Kunci Comeback di Poin Kritis
Pertandingan berjalan bak roller coaster.
Di gim pertama, Ana/Meilysa menang mudah berkat kondisi lapangan yang "kalah angin", membuat serangan mereka lebih efektif.
Namun, petaka nyaris terjadi di gim kedua dan ketiga. Febriana mengakui sempat terlambat menyadari perubahan tempo lawan di gim kedua yang memaksa terjadinya setting hingga skor 21-23.
Ketegangan memuncak di gim penentuan. Meilysa mengungkapkan mereka sempat tertinggal cukup jauh 7-11 saat interval.
"Setelah pindah lapangan kami coba menaikkan tempo. Kami tidak memberikan kesempatan mereka mengembangkan permainan. Kami jaga terus fokusnya dan tidak lengah," ungkap Meilysa usai laga.
Strategi ini terbukti ampuh. Mereka membalikkan keadaan dan menutup laga dengan skor tipis 21-19.
Siap Hadapi Teror Tuan Rumah
Tantangan sesungguhnya menanti di babak selanjutnya. Ana/Meilysa diprediksi akan bertemu wakil tuan rumah yang juga musuh bebuyutan mereka, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Laga ini membawa nuansa "ulangan" final SEA Games. Meski bermain di bawah tekanan suporter Malaysia, Ana/Meilysa bertekad memecahkan rekor buruk pertemuan mereka.
"Yang pasti kami harus siap terus, siap capek tapi terutama kami harus enjoy dan main semaksimal mungkin. Kami mau berusaha untuk pecah telur lawan mereka," tegas Febriana.
Meilysa menambahkan bahwa ia akan menganggap laga esok layaknya partai final, tanpa mempedulikan sorakan penonton tuan rumah.
"Dukungan tuan rumah pasti untuk mereka tapi saya tidak mau terpengaruh, mau fokus dengan pola main yang akan diterapkan saja," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani