Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PSSI Hukum Seumur Hidup Dua Pemain Liga 4! Dwi Pilihanto Senasib dengan Hilmi Kena Hukuman Buntut Insiden Tendangan Brutal

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:21 WIB
Aksi brutal tendangan di Liga 4 yang viral.
Aksi brutal tendangan di Liga 4 yang viral.

JOGJAKARTA - Panitia Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada Dwi Pilihanto, pemain KAFI FC.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Panitia Disiplin pada Rabu (7/1) dan tertuang dalam surat resmi bernomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/1/2026.

Dalam putusan tersebut, Dwi dinyatakan melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 juncto Pasal 10 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Dua Hukuman Dijatuhkan

Panitia Disiplin PSSI Asprov DIY menjatuhkan dua jenis hukuman kepada Dwi Pilihanto, yakni:
• Denda sebesar Rp1 juta
• Larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup

Meski demikian, keputusan tersebut masih membuka ruang banding sesuai mekanisme yang berlaku dalam regulasi disiplin PSSI.

Insiden Tendangan Brutal di Liga 4 DIY

Sanksi ini berawal dari insiden kekerasan dalam pertandingan Liga 4 Yogyakarta 2025/2026 antara Universitas Ahmad Dahlan FC melawan KAFI Jogja FC yang digelar di Lapangan Sitimulyo, Selasa (6/1).

Pada menit ke-73, Dwi Pilihanto yang mengenakan nomor punggung 2 melakukan tendangan dengan kaki terangkat tinggi ke arah wajah pemain UAD bernomor 24.

Wasit saat itu hanya memberikan kartu kuning, dan pertandingan dilanjutkan usai korban mendapat perawatan.

Namun rekaman insiden tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik serta evaluasi serius dari otoritas sepak bola DIY.

Wasit Hanya Dievaluasi

Selain menjatuhkan sanksi kepada pemain, Asprov PSSI DIY juga melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan.

Namun, wasit yang memimpin laga tersebut tidak dijatuhi sanksi disiplin, melainkan hanya menjalani pembinaan dan pelatihan lanjutan.

Kasus Serupa Terjadi di Jawa Timur

Insiden di DIY ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di Liga 4 musim 2025/2026. Sebelumnya, Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan.

Hukuman itu dijatuhkan setelah Hilmi melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, dalam laga babak 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, menegaskan bahwa hukuman tersebut diberikan karena tindakan Hilmi masuk kategori pelanggaran berat.

“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin.

Penegasan PSSI soal Kekerasan

Dua kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa PSSI dan jajarannya di daerah tidak lagi menoleransi tindakan kekerasan di lapangan, khususnya di kompetisi akar rumput seperti Liga 4 yang menjadi fondasi pembinaan sepak bola nasional.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#liga 4 #Kekerasan Sepak Bola #PSSI Jawa Timur #Sanksi Seumur Hidup #PSSI DIY #Putra Jaya Pasuruan #KAFI FC #UAD FC