Jawa Pos Radar Madiun - Laga besar Inter Milan vs Napoli akan tersaji pada Senin, 12 Januari 2026, dengan kickoff pukul 02.45 WIB dalam lanjutan Serie A.
Pertandingan ini menjadi krusial karena Inter saat ini unggul empat poin di puncak klasemen, memanfaatkan kegagalan Napoli meraih kemenangan pada laga sebelumnya.
Inter Makin Percaya Diri Usai Tekuk Parma
Inter datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 2-0 atas Parma di Stadio Ennio Tardini. Gol kemenangan Nerazzurri dicetak oleh Federico Dimarco dan Marcus Thuram.
Kemenangan tersebut membuat Inter menjauh dari Napoli, yang hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Hellas Verona.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai kemenangan atas Parma bukan perkara mudah.
“Bermain di Serie A tidak pernah mudah, Anda selalu harus membuktikan diri di setiap pertandingan,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.
“Kondisi cuaca membuat pertandingan malam ini menjadi sangat sulit, tetapi kami bermain dengan matang, mencoba membongkar pertahanan rapat mereka, dan mengirimkan lebih banyak umpan silang daripada di pertandingan-pertandingan sebelumnya.”
“Yang terpenting pada akhirnya adalah sikap para pemain ini, yang sekali lagi luar biasa malam ini.”
Chivu Ingatkan Ancaman Jelang Duel Scudetto
Meski unggul empat poin, Chivu menolak terlena. Menurutnya, Serie A selalu menyimpan risiko besar di setiap pertandingan.
“Statistik dan angka memang bagus untuk dibaca, tetapi yang terpenting adalah rasa lapar dan ambisi yang ditunjukkan di lapangan,” ujarnya.
“Serie A tidak mudah, tidak ada yang bisa diremehkan, bahaya selalu mengintai di setiap sudut.”
Chivu juga melakukan rotasi terbatas demi menjaga kebugaran pemain inti jelang laga melawan Napoli. Manuel Akanji tetap dipercaya di lini belakang.
“Dia penting bagi tim, sama seperti Bisseck, Acerbi, dan De Vrij,” kata Chivu.
“Carlos Augusto juga tampil hebat di lini belakang yang terdiri dari tiga pemain, dia benar-benar berhasil menutup celah.”
Napoli Datang dengan Luka dan Tekad
Di sisi lain, Napoli tiba di laga besar ini dengan perasaan campur aduk usai ditahan Verona. Pelatih Antonio Conte mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan.
“Bukan hanya kekecewaan,” kata Conte.
“Ini adalah pertandingan yang berisiko kalah. Ada dua momen negatif bagi kami di mana kami seharusnya bisa berbuat lebih baik.”
Conte secara terbuka menyinggung penalti kontroversial dan gol Rasmus Hojlund yang dianulir.
“Keputusan penalti ini merupakan evaluasi yang aneh, tetapi kami menerimanya,” tambahnya.
“Dua kejadian negatif itu bisa saja membunuh siapa pun, tetapi tim bereaksi dengan baik.”
Conte Redam Status Favorit Jelang Inter vs Napoli
Menjelang duel di markas Inter, Conte enggan berbicara soal status favorit.
“Saya tidak tertarik membahas itu. Jika saya mengatakan sesuatu, itu akan menimbulkan kekacauan,” katanya.
“Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat kuat yang telah mencapai dua final Liga Champions dalam dua tahun. Kami akan pergi ke sana dengan tekad dan keinginan untuk memberikan segalanya.”
Conte juga membela pernyataannya yang memuji Inter, Milan, dan Juventus.
“Saya tidak mengatakan sesuatu yang aneh. Saya hanya memberikan pujian kepada Inter, Milan, dan Juventus serta sejarah mereka,” pungkasnya. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira