Jawa Pos Radar Madiun – Malam yang berat bagi skuad Juku Eja.
Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, PSM Makassar harus menutup babak pertama dengan kondisi memprihatinkan saat menjamu Bali United FC, Jumat (9/1) malam.
Hingga turun minum, PSM tertinggal 0-1.
Situasi makin runyam karena tuan rumah dipaksa bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.
Gol Kilat "Shock Therapy"
Petaka bagi PSM datang sangat dini. Peluit kick-off baru saja dibunyikan, gawang tuan rumah langsung kebobolan di menit ke-1.
Pemain Bali United, Mirza Mustafic, sukses mencatatkan namanya di papan skor usai mengonversi umpan matang dari Thijmen Goppel.
Gol cepat ini seolah menjadi shock therapy bagi lini pertahanan Juku Eja.
Kartu Merah Syahrul Lasinari
Bernafsu mengejar ketertinggalan, PSM justru kembali tertimpa sial. Bek mereka, Syahrul Lasinari, harus mandi lebih cepat.
Syahrul menerima kartu kuning kedua pada menit ke-24, hanya berselang sembilan menit dari kartu kuning pertamanya di menit ke-15.
Wasit pun tanpa ampun mengeluarkan kartu merah, memaksa PSM bermain pincang melawan Serdadu Tridatu yang sedang unggul.
Baca Juga: Hasil Persita vs Borneo FC: Pesut Etam Tumbang, Persaingan Puncak Klasemen Memanas
Statistik: Kalah Orang, Tapi Masih Melawan
Meski bermain dengan 10 orang, semangat pasukan Ramang patut diacungi jempol. Statistik babak pertama menunjukkan PSM masih mampu memberikan perlawanan.
Walau kalah penguasaan bola (43% berbanding 57%), PSM mampu melepaskan jumlah tembakan yang sama dengan Bali United, yakni 2 kali.
Hanya saja, efektivitas menjadi pembeda di mana Bali United mencatat 2 shots on target, sementara PSM hanya 1.
Babak kedua akan menjadi ujian taktik sesungguhnya bagi pelatih PSM. Mampukah 10 pemain Juku Eja menciptakan keajaiban comeback atau justru makin terbenam di kandang sendiri? (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani