Jawa Pos Radar Madiun - Jakarta benar-benar menjadi pusat perhatian dunia esports pada hari ini, Jumat 9 Januari 2026.
Pembukaan M7 World Championship Mobile Legends Bang Bang tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi berubah menjadi panggung global yang menampilkan kekuatan budaya, komunitas, dan industri esports Indonesia.
Berikut sejumlah fakta menarik dari hari pertama M7 MLBB yang membuat Jakarta jadi sorotan internasional.
1. M7 Kembali ke Indonesia Setelah Empat Tahun
M7 World Championship menandai kembalinya turnamen dunia MLBB ke Indonesia untuk pertama kalinya sejak M4 pada 2022.
Dipilihnya Jakarta bukan tanpa alasan. Indonesia tercatat sebagai negara dengan basis penggemar Mobile Legends terbesar di dunia dan menjadi pusat pertumbuhan ekosistem esports MLBB.
Selama gelaran ini, Jakarta menjadi pusat aktivitas kompetisi hingga 25 Januari 2026.
2. Esports MLBB Sudah Setara Olahraga Arus Utama
Mobile Legends kini bukan lagi sekadar gim esports. Secara global, MLBB telah menembus lebih dari 1,5 miliar unduhan dan memiliki sekitar 110 juta pengguna aktif bulanan.
Sepanjang 2024, total jam tontonan kompetisi MLBB mencapai 475 juta jam menurut Esports Charts.
Angka ini menempatkan MLBB sejajar dengan cabang olahraga hiburan global seperti sepak bola dan bulu tangkis dari sisi konsumsi penonton digital.
3. Indonesia Jadi Episentrum Esports MLBB Dunia
Indonesia kembali mengukuhkan statusnya sebagai rumah besar MLBB Esports.
MPL Indonesia konsisten mencatat lebih dari 100 juta jam tontonan dalam lima musim terakhir. Pencapaian ini belum mampu ditandingi oleh liga MLBB regional mana pun.
Fakta ini menjadi salah satu alasan utama Indonesia dipercaya kembali menjadi tuan rumah M Series.
4. Opening Ceremony M7 Angkat Budaya Nusantara
Berlokasi di Batavia PIK, Opening Ceremony M7 tampil megah dengan konsep yang memadukan modernitas dan tradisi.
Pertunjukan pembuka menghadirkan 60 penari dari berbagai latar budaya Nusantara.
Tarian Gandrung, Legong, Dayak, Papua, hingga Betawi ditampilkan dalam satu panggung sebagai simbol persatuan. Konsep ini selaras dengan tema utama M7, yaitu Rise as One.
Unsur mitologi Indonesia juga hadir melalui visual karakter yang terinspirasi dari Kadita, Reog, Leak, dan Hudog. Hal ini menegaskan bahwa MLBB tidak terlepas dari akar budaya lokal.
5. Pemerintah Hadir, Esports Diakui Serius
Opening Ceremony M7 turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Ia menegaskan bahwa M7 bukan sekadar turnamen gim, tetapi etalase besar bagi Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, dunia tidak hanya menyaksikan pertandingan esports, tetapi juga melihat kreativitas, energi, dan potensi industri kreatif Indonesia secara langsung.
6. Tema M7 MLBB 2026 Rise as One, Jadi Pesan Global
MOONTON Games melalui Global Head of MLBB Esports, Tiger Xu, menegaskan bahwa tema Rise as One bukan sekadar slogan acara.
Tema ini menjadi pesan persatuan bagi komunitas MLBB di seluruh dunia.
MLBB Esports ingin terus menjadi ruang yang mengangkat budaya, memperkuat komunitas, dan menciptakan pengalaman global yang inklusif.
Baca Juga: Pasal Baru KUHP, Ajak Pacar Pergi Tanpa Izin Orang Tua Bisa Dipenjara
7. Parade Tim Dunia dan Trofi Legendaris
Sebanyak 16 tim Main Stage M7 diperkenalkan dalam parade megah.
Bendera masing-masing negara diangkat oleh cosplayer Gatotkaca, simbol pahlawan yang merepresentasikan kekuatan dan keberanian Indonesia.
Momen puncak terjadi saat trofi M7 diangkat oleh legenda MLBB Indonesia, yakni Luminaire dan Wannn, juara dunia M1, serta Vivi Vivian Indrawaty, ikon MLBB Women’s Invitational.
Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan sejarah MLBB Indonesia di panggung dunia.
8. Jakarta Bukan Sekadar Tuan Rumah
Opening Ceremony M7 membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga pusat narasi global esports MLBB.
Indonesia menampilkan diri bukan sekadar pasar, melainkan sebagai penggerak budaya, komunitas, dan identitas esports dunia.
M7 menjadi pernyataan bahwa esports telah menyatu dengan budaya populer Indonesia dan menjadi bagian dari kebanggaan nasional. (naz)
Editor : Mizan Ahsani