Jawa Pos Radar Madiun - Real Madrid resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama.
Mantan bek Los Blancos itu dipromosikan untuk menggantikan Xabi Alonso, yang berpisah dengan klub berdasarkan kesepakatan bersama.
Pengumuman tersebut disampaikan manajemen Real Madrid pada Selasa waktu setempat, sehari setelah kekalahan pahit 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi.
Pergantian pelatih ini mengakhiri masa delapan bulan penuh tekanan di era Xabi Alonso.
Sepanjang musim berjalan, performa Madrid dinilai tidak stabil.
Situasi semakin rumit akibat gesekan internal dengan sejumlah pemain. Salah satunya dengan Vinicius Junior.
Hal itu membuat dukungan ruang ganti terhadap Alonso perlahan memudar.
Di kompetisi domestik, Madrid juga tertinggal empat poin dari Barcelona dalam persaingan papan atas Liga Spanyol, kondisi yang memperbesar tekanan terhadap staf pelatih.
Alvaro Arbeloa bukan sosok asing di Valdebebas.
Ia sebelumnya menukangi Real Madrid Castilla sejak Juni 2025 dan telah meniti karier kepelatihan sepenuhnya di lingkungan akademi Madrid sejak 2020.
Arbeloa dikenal sebagai figur yang memahami filosofi klub, setelah menangani berbagai kelompok usia sebelum dipercaya memimpin tim cadangan.
Sebagai pemain, Arbeloa merupakan bagian dari skuad Madrid pada periode 2009 hingga 2016.
Selama berseragam putih, ia ikut mengoleksi delapan gelar bergengsi, termasuk dua trofi Liga Champions dan satu gelar Liga Spanyol.
Pengalamannya di level internasional juga tidak diragukan.
Bersama tim nasional Spanyol, Arbeloa menjadi bagian dari generasi emas yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Sementara itu, Xabi Alonso sejatinya datang dengan ekspektasi besar di awal musim.
Ia diikat kontrak hingga Juni 2028 setelah namanya melejit bersama Bayer Leverkusen.
Di klub Jerman tersebut, Alonso mencetak sejarah dengan meraih gelar Bundesliga dan DFB Pokal dalam satu musim, usai mengambil alih tim yang sebelumnya berada di zona degradasi.
Kini, tongkat estafet berada di tangan Arbeloa.
Tantangan terbesarnya adalah mengembalikan stabilitas ruang ganti dan menjaga Madrid tetap kompetitif di sisa musim, baik di Liga Spanyol maupun kompetisi Eropa. (naz)
Editor : Mizan Ahsani