Jawa Pos Radar Madiun – Seruan "Jangan sentuh Adzic!" mulai menggema di kalangan pendukung Juventus. Trauma masa lalu rupanya masih menghantui para Juventini.
Mereka takut manajemen Si Nyonya Tua mengulangi kesalahan fatal seperti saat melepas talenta muda Dean Huijsen dan Matias Soule yang bersinar sebentar lalu dijual terlalu cepat.
Kini, ketakutan itu mengerucut pada sosok wonderkid asal Montenegro kelahiran 2006, Vasilije Adzic.
Di bursa transfer Januari 2026 ini, nasib Adzic berada di persimpangan jalan.
Pelatih Luciano Spalletti sebenarnya menyukai potensinya, namun menit bermain yang minim menjadi masalah pelik.
Bertahan di Turin atau Sekolah ke Klub Lain?
Manajemen Juventus saat ini tengah menimbang opsi terbaik. Di satu sisi, Adzic sendiri bersikeras ingin bertahan.
Ia merasa cocok dengan metode kepelatihan Spalletti dan ingin berjuang memperebutkan tempat di sisa musim ini.
Namun, realitas di lapangan berkata lain. Adzic baru tampil 12 kali dengan total menit bermain yang sangat minim (234 menit).
Tim negosiator Juventus punya pandangan berbeda.
Demi menaikkan nilai pasar dan mematangkan mental sang pemain, opsi peminjaman alias "menyekolahkan" Adzic hingga Juni menjadi pertimbangan serius.
Tiga klub Italia, yakni Genoa, Pisa, dan Cagliari, dikabarkan sudah antre untuk meminjam jasanya. Daftar peminat ini diprediksi masih akan bertambah.
Taktik Spalletti dan Faktor Fabio Miretti
Situasi makin rumit dengan rencana taktik Spalletti yang ingin mematenkan formasi 4-2-3-1.
Skema ini membuat persaingan di pos gelandang serang makin sesak, dan Adzic berisiko makin sering jadi penonton.
Selain taktik, nasib Adzic juga bergantung pada Fabio Miretti.
Ada skenario di mana Juventus mungkin menerima tawaran menggiurkan untuk Miretti di jendela transfer ini.
Jika Miretti pergi, maka Adzic hampir pasti dipertahankan sebagai pelapis. Namun, jika Miretti bertahan, pintu keluar (peminjaman) bagi Adzic makin terbuka lebar.
Keputusan akhir diprediksi baru akan ketok palu pada akhir Januari nanti, menunggu pergerakan pemain keluar-masuk di tubuh Bianconeri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani