ROMA - Penampilan wonderkid Antonio Arena menjadi sorotan utama meski AS Roma harus angkat kaki dari Coppa Italia.
Pemain berusia 16 tahun itu mencetak gol pada sentuhan pertamanya di level senior saat Roma kalah dramatis 2-3 dari Torino di Stadio Olimpico, Selasa malam.
Hasil tersebut memastikan Giallorossi tersingkir di babak 16 besar dan gagal melangkah ke perempat final Coppa Italia, di mana mereka seharusnya berhadapan dengan Inter pada Februari mendatang.
Gol Debut yang Langsung Mengguncang
Laga Roma kontra Torino berjalan ketat dan sarat jual beli serangan. Torino lebih dulu unggul melalui dua gol Che Adams sebelum Roma bangkit.
Mario Hermoso bahkan menyamakan kedudukan hanya 30 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti, membuat atmosfer Olimpico kembali membara.
Namun momen paling emosional justru hadir lewat Antonio Arena. Wonderkid timnas junior Italia itu melompat di tengah kotak penalti dan menyambut umpan silang Wesley dengan sundulan tajam.
Gol tersebut bukan hanya menjadi penanda debut seniornya, tetapi juga dicetak melalui sentuhan pertamanya di sepak bola profesional.
Roma Gagal Lolos, Arena Tetap Bersinar
Kebahagiaan singkat Roma harus pupus setelah Torino kembali unggul lewat gol penentu dari Emirhan Ilkhan di menit-menit akhir.
Gol tersebut mengakhiri harapan tuan rumah dan memastikan kemenangan 3-2 bagi tim tamu.
Meski demikian, sorotan publik Italia justru tertuju pada kemunculan Arena.
Di usia yang masih sangat muda, ia menunjukkan ketenangan dan insting gol yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Gasperini Tak Kecewa, Puji Arena
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan dirinya tidak kecewa dengan hasil pertandingan.
Ia juga menilai kiper Mile Svilar tidak layak disalahkan atas gol-gol yang bersarang ke gawang Roma.
Soal debut gemilang Arena, Gasperini memberikan pujian khusus.
“Gol itu adalah pertanda baik, itu akan menjadi sesuatu yang akan terus diingatnya. Dia kuat secara fisik, dia tidak takut apa pun dan memiliki stamina yang hebat. Saya tidak tahu apakah dia akan selalu menjadi penyerang tengah, dia masih harus berkembang. Untuk usianya, dia sangat berkembang dengan baik.”
Gasperini menilai performa Arena menjadi salah satu catatan positif di tengah kegagalan Roma melangkah lebih jauh di Coppa Italia, sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan Giallorossi.
Editor : Ockta Prana Lagawira