Jawa Pos Radar Madiun - Juventus menghadapi ujian di fase liga UEFA Champions League 2025/2026.
Bukan sekadar soal tiga poin, laga kontra Benfica menjadi misi sulit karena satu fakta pahit.
Bianconeri belum pernah menang dari Benfica dalam lima pertemuan terakhir.
Dengan performa yang belum stabil, Juventus datang ke matchday 7 dengan tekanan besar.
Sembilan poin dari enam laga (dua menang, tiga imbang, satu kalah) menempatkan Bianconeri di posisi rawan.
Dua laga sisa masih bisa berujung kegagalan lolos fase gugur jika terpeleset lagi.
Rekor Buruk yang Membayangi Juventus
Catatan head to head terbaru menjadi alasan utama kewaspadaan.
Dari lima pertemuan terakhir di kompetisi Eropa, Juventus empat kali kalah dan sekali imbang. Berikut gambaran singkatnya:
1. Semifinal Liga Europa 2013/2014
Juventus tumbang 1-2 di markas Benfica. Gol cepat tuan rumah memaksa Bianconeri mengejar, tetapi gol penentu Benfica datang jelang akhir laga.
2. Leg Kedua Semifinal Liga Europa 2013/2014 di Turin
Bermain imbang 0-0 di kandang sendiri meski lawan bermain dengan sepuluh orang.
Benfica melaju ke final, Juventus tersingkir.
3. UCL 2022/2023 Matchday 2
Juventus sempat unggul cepat, namun berakhir kalah 1-2 di kandang. Dua gol balasan Benfica memupus harapan.
4. UCL 2022/2023 Matchday 5
Laga tujuh gol berakhir 3-4 untuk Juventus. Benfica dominan sejak awal, Bianconeri hanya memperkecil skor di akhir.
5. UCL 2024/2025 Matchday Terakhir
Benfica menang 2-0 di markas Juventus. Meski dominan penguasaan bola, Juventus gagal menembus pertahanan tamu.
Ancaman Nyata di Matchday 7
Statistik tersebut menjelaskan mengapa duel ini lebih dari sekadar pertandingan fase liga.
Benfica berulang kali menjadi momok tak tersentuh bagi Juventus, baik kandang maupun tandang.
Dengan posisi klasemen yang belum aman, satu kesalahan bisa berakibat fatal. (cor)
Editor : Andi Chorniawan