Jawa Pos Radar Madiun – Kemenangan 2-0 Juventus atas Benfica pada matchday ke-7 Liga Champions, Kamis (22/1), menyisakan cerita drama di pinggir lapangan.
Meski Si Nyonya Tua berhasil mengamankan tiga poin di Allianz Stadium, sang pelatih Luciano Spalletti tertangkap kamera terlibat momen ketegangan dengan suporter sendiri (Juventini).
Atmosfer pertandingan memang sempat memanas.
Juventus tampil buruk di babak pertama dan kesulitan menembus pertahanan rapat Benfica racikan Jose Mourinho.
Akibatnya, para pemain Juve dihujani sorakan (cemoohan) oleh fans saat jeda turun minum.
Spalletti Semprot Balik Fans?
Ketegangan memuncak di awal babak kedua, beberapa menit sebelum gol pemecah kebuntuan lahir.
Spalletti terlihat bersitegang dan melontarkan kata-kata ke arah tribun penonton.
Usai laga, eks pelatih Napoli dan Timnas Italia itu menjelaskan bahwa emosinya meluap karena tekanan yang begitu besar.
"Kadang-kadang saya sedikit takut kami tidak akan berhasil, tapi memang begitulah saya," aku Spalletti dikutip dari Football Italia.
"Ini pertandingan penting, jadi ada banyak ketegangan yang menumpuk," tambahnya.
Baca Juga: Buntut OTT Suap Pajak, Menkeu Purbaya Siap Mutasi Massal Pegawai DJP dalam Dua Bulan
Evaluasi Tim: Masih Gugup dan Terlalu Bertahan
Spalletti mengakui permainan anak asuhnya belum sempurna. Ia menyoroti kesalahan mendasar seperti terlalu mudah kehilangan bola dan garis pertahanan yang terlalu dalam saat ditekan.
"Kami memulai dengan baik, kemudian permainan kami sedikit terlalu bertahan dan itu menambah tekanan yang tidak perlu pada kami," jelas Spalletti.
Beruntung, di babak kedua Juventus berhasil kembali ke jati dirinya.
Peluang emas dari Miretti dan McKennie menjadi bukti kebangkitan Bianconeri sebelum akhirnya mengunci kemenangan.
Namun, Spalletti tetap memberi catatan kritis soal tekel tidak perlu yang berujung penalti bagi lawan di akhir laga (meski gagal dikonversi menjadi gol).
"Kami bisa menghindari memberikan penalti itu, karena Anda tidak perlu melakukan tekel setiap saat," keluhnya.
Baca Juga: Hasil Proliga 2026 Bandung BJB vs Pertamina Enduro: Megawati Hangestri Cs Menangi Set Pertama
Analisis Redaksi: Ekspektasi Tinggi dan Bayang-bayang Mourinho
Kemenangan ini terasa melegakan, namun reaksi keras Juventini di babak pertama menjadi sinyal bahaya bagi Spalletti.
Publik Turin tampaknya belum sepenuhnya puas dengan gaya main yang diusung sang pelatih.
Di sisi lain, faktor Jose Mourinho di kubu Benfica tidak bisa diabaikan.
The Special One dikenal ahli membuat frustrasi tim tuan rumah dengan pertahanan grendelnya.
Bahwa Juventus bisa keluar dari tekanan mental dan taktik parkir bus Mourinho di babak kedua, layak mendapat apresiasi lebih.
Mentalitas inilah yang dibutuhkan Juve untuk melaju jauh di fase gugur nanti. (naz)
Editor : Mizan Ahsani