Jawa Pos Radar Madiun - Atlet boccia Indonesia, Handayani, mencatatkan sejarah manis di ASEAN Para Games 2025.
Ia sukses mempersembahkan medali emas pertama cabang boccia untuk kontingen Merah Putih usai menaklukkan wakil Malaysia, Lawas Angeline Melissa, dalam laga final yang berlangsung sengit di His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary Stadium, Thailand, Jumat (23/1).
Pertandingan puncak berjalan penuh tensi. Handayani harus melalui babak tie-break setelah skor imbang 3-3 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Kemenangan ini terasa istimewa karena sekaligus menjadi pembalasan sempurna atas kekalahan Handayani dari Melissa pada fase penyisihan grup.
Perjalanan Handayani menuju podium tertinggi tidak datang dengan mudah.
Atlet berusia 29 tahun itu membuka kiprahnya di Grup B dengan performa impresif, menundukkan wakil tuan rumah Thailand, Chanyadi Piyarat, dengan skor meyakinkan 5-1.
Namun, pada laga kedua penyisihan, Handayani harus mengakui keunggulan Melissa lewat pertandingan ketat yang berakhir 3-4.
Kekalahan tipis tersebut menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan emasnya.
Meski demikian, perolehan poin Handayani masih cukup untuk mengantarkannya melaju ke babak berikutnya.
Bangkit dari hasil minor, Handayani tampil lebih percaya diri di babak semifinal.
Ia tampil dominan saat menghadapi atlet Singapura, Tan Yee Ting Jeralyn, dan mengunci kemenangan 4-1 untuk memastikan tiket ke partai final.
Di laga puncak, duel ulang kontra Melissa kembali menyuguhkan pertarungan ketat.
Kedua atlet saling kejar poin hingga skor kembali berimbang 3-3.
Pada momen krusial babak tie-break, Handayani tampil lebih tenang dan efektif, memastikan kemenangan sekaligus medali emas pertama boccia Indonesia di APG 2025.
Keberhasilan Handayani tak hanya mengukir prestasi personal, tetapi juga memberi dampak besar bagi kontingen Merah Putih.
Medali emas tersebut menjadi emas pembuka Indonesia dan turut memperkokoh posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara ASEAN Para Games 2025 hingga Jumat (23/1) pukul 12.00 WIB. (fin)
Editor : AA Arsyadani