Jawa Pos Radar Madiun – Persija Jakarta menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0 atas Madura United pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/1) malam.
Meski mendominasi jalannya pertandingan, Macan Kemayoran harus bekerja keras untuk menembus rapatnya lini pertahanan tim tamu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija tampil agresif dan menguasai permainan.
Rizky Ridho dan kawan-kawan mencatat penguasaan bola hingga 66 persen, jauh di atas Madura United yang hanya 34 persen.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tuan rumah ke area pertahanan Laskar Sape Kerap.
Secara statistik, Persija melepaskan delapan tembakan sepanjang babak pertama, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun solidnya barisan belakang Madura United membuat peluang-peluang tersebut kerap mentah sebelum membahayakan kiper lawan.
Sebaliknya, Madura United nyaris tak mampu mengembangkan permainan. Tim tamu hanya mencatat satu percobaan tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang Persija.
Meski begitu, disiplin bertahan membuat mereka cukup lama mampu meredam dominasi tuan rumah.
Kebuntuan Persija akhirnya pecah menjelang turun minum.
Wasit menunjuk titik putih setelah Gustavo Almeida dijatuhkan di dalam kotak penalti Madura United.
Keputusan tersebut sempat menuai protes dari para pemain Madura United, namun wasit tetap pada keputusannya.
Gustavo Almeida yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Sepakan penaltinya mengecoh kiper Madura United dan membawa Persija unggul 1-0 pada menit ke-44.
Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pelatih Persija Mauricio Souza dituntut mencari solusi untuk membongkar pertahanan Madura United yang masih berpotensi menyulitkan.
Di sisi lain, Madura United mulai menunjukkan keberanian menyerang setelah tertinggal, mengandalkan kecepatan lini depan yang dimotori Lulinha.
Dengan situasi tersebut, babak kedua diprediksi akan berjalan lebih terbuka dan menarik, dengan kedua tim sama-sama berambisi mengamankan hasil maksimal. (tif)
Editor : Mizan Ahsani