Jawa Pos Radar Madiun – Bursa transfer Januari 2026 makin panas jelang penutupan. Kabar mengejutkan datang dari Stamford Bridge.
Bukan mengejar nama baru yang mentereng, Chelsea justru dikabarkan sedang "main mata" dengan raksasa Italia, Juventus.
Target operasi mereka kali ini cukup tak terduga: Douglas Luiz.
Gelandang asal Brasil yang kini sedang dipinjamkan Juventus ke Nottingham Forest itu masuk radar The Blues untuk menambal lini tengah.
Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, mengonfirmasi rumor ini.
"Chelsea telah melakukan kontak awal dengan Juventus untuk menanyakan situasi mantan bintang Aston Villa tersebut," tulis Romano.
Situasi Rumit: Forest Ogah, Juventus Emoh
Kenapa Chelsea tiba-tiba masuk? Situasinya ternyata pelik. Douglas Luiz saat ini berstatus pemain pinjaman di Nottingham Forest.
Namun, laporan dari media Italia Tuttosport menyebut bahwa Nottingham Forest enggan mempermanenkan sang pemain di akhir musim nanti.
Di sisi lain, Juventus juga sudah tutup pintu. Si Nyonya Tua (julukan Juventus) tidak punya rencana untuk memulangkan pemain berusia 27 tahun itu ke Turin.
"Juventus jelas sangat ingin mendiskusikan transfer baru untuk Douglas Luiz, asalkan gelandang itu tidak kembali ke Turin," bunyi laporan tersebut.
Klausul "Jebakan" €25 Juta
Inilah bagian yang membuat Chelsea punya peluang besar. Dalam kontrak peminjaman ke Forest, terdapat klausul Wajib Beli (Obligation to Buy) seharga €25 Juta (Rp 425 Miliar).
Tapi, ada syaratnya. Forest wajib membeli Luiz hanya jika sang pemain bermain minimal 45 menit dalam 15 pertandingan.
Faktanya? Forest tampaknya sengaja memarkir Luiz agar syarat 15 pertandingan itu tidak terpenuhi, sehingga mereka tidak perlu keluar uang €25 juta.
Celah inilah yang coba dimanfaatkan Chelsea. Jika Forest batal beli, Chelsea siap menampung pemain yang pernah bersinar bersama Aston Villa ini dengan harga nego ke Juventus.
Jika transfer ini terjadi, ini adalah langkah oportunis dari Chelsea. Douglas Luiz bukanlah pemain jelek.
Dia adalah monster lini tengah saat di Aston Villa. Penurunannya di Juventus dan Forest mungkin hanya masalah adaptasi taktik. (naz)
Editor : Mizan Ahsani