JAKARTA – Pertarungan Alter Ego Esports kontra Team Liquid PH di semifinal lower bracket M7 World Championship kian memanas.
Setelah berbagi kemenangan di dua gim awal, duel berlanjut ke game ketiga dengan tensi tinggi dan penuh tekanan.
Format Best of Five (Bo5) membuat setiap kesalahan menjadi sangat mahal. Alter Ego sempat membuka peluang, namun Team Liquid perlahan mengambil alih kendali seri.
Game 1: Alter Ego Mengamuk Sejak Early Game
Game pertama dimainkan di map Dangerous Grass. Alter Ego tampil agresif sejak menit awal dan memaksa Team Liquid bertahan.
First blood berhasil diamankan El Familia, disusul penguasaan Turtle pertama pada menit 02.30. Skor cepat berubah 2-0, dengan Alter Ego terus menekan lewat invasi jungle yang rapi.
Memasuki menit kelima, keunggulan melebar menjadi 8-3. Nino dan rekan-rekan tampil dominan di early game, sementara Yazukee menjadi pembeda di setiap team fight.
Selisih gold menembus empat ribu dengan skor kill 12-4.
Tekanan berlanjut ketika Turtle kembali diamankan pada menit ketujuh. Hero Uranus milik Nino membuat lini depan Alter Ego sulit ditembus.
Momentum penentu hadir saat perebutan Lord pertama. Alter Ego memenangi team fight yang diwarnai triple kill Yazukee, lalu langsung mengamankan Lord.
Meski sempat ditekan oleh inisiasi Sanji pada menit ke-12, Alter Ego tetap disiplin.
Wipe out terjadi pada menit ke-13, skor membengkak menjadi 27-11 dengan selisih gold sembilan ribu.
Alter Ego menutup game pertama pada menit 15.20 setelah dua kali wipe out beruntun. El Familia unggul 1-0, dengan Yazukee tampil sebagai MVP menggunakan hero Joy.
Game 2: Team Liquid Bangkit dan Samakan Kedudukan
Game kedua kembali diawali agresivitas Alter Ego. First blood diamankan El Familia, unggul 2-1 pada menit kedua.
Namun, Team Liquid merespons lewat kontrol objektif. Turtle pertama diamankan wakil Filipina, membuat skor kembali imbang.
Pada menit ketiga, papan skor menunjukkan 3-3, menandakan duel berjalan ketat.
Memasuki menit keenam, Alter Ego mulai terlalu memaksakan team fight. Team Liquid memanfaatkan celah dan berbalik unggul 7-6. Hingga menit kesembilan, skor masih berimbang 8-8.
Titik balik terjadi pada menit ke-10.
Alter Ego kembali memaksakan pertarungan dan harus membayar mahal. Team Liquid melakukan wipe out dan mengubah skor kill menjadi 13-9.
Lord diamankan tanpa perlawanan berarti.
Sejak saat itu, Alter Ego terus berada dalam tekanan dan dipaksa bertahan di area base.
Tekanan berlanjut hingga menit 12.30, sebelum Team Liquid mengakhiri game kedua pada menit 12.44. Skor seri pun berubah menjadi 1-1.
Game 3: Team Liquid Ambil Alih Kendali
Game ketiga berlangsung lebih berimbang di awal. Hingga menit kesembilan, skor kill tipis 12-11 untuk keunggulan Team Liquid. Selang satu menit, papan skor kill berubah menjadi 13-12.
Momentum sepenuhnya beralih saat wipe out terjadi pada menit 11.26. Alter Ego tertekan, sementara Team Liquid mengamankan Lord secara gratis.
Team fight terbelah, dan seluruh hero Alter Ego tumbang. Pada menit ke-13, skor melebar menjadi 22-16 untuk Team Liquid dengan keunggulan gold lebih dari lima ribu.
Tekanan berlanjut bersama Lord. Alter Ego tak mampu keluar dari kepungan. Game ketiga ditutup pada menit 15.20 dengan skor kill 28-16.
TLPH Raih Match Point
Hasil ini membuat Team Liquid PH berbalik unggul 2-1 atas Alter Ego. Wakil Filipina kini berada di match point.
Satu kemenangan lagi akan mengantar mereka ke final lower bracket untuk menghadapi Selangor Red Giants.
Sementara itu, Alter Ego berada di ujung tanduk.
El Familia wajib memenangkan game keempat untuk menjaga harapan Indonesia tetap hidup di M7 World Championship 2026.
Editor : Ockta Prana Lagawira