JAKARTA – Pertarungan krusial tersaji di babak Lower Bracket Final M7 World Championship, Sabtu (24/1/2026).
Wakil Indonesia, Alter Ego Esports, membuka peluang menuju Grand Final setelah menaklukkan Selangor Red Giants pada game pertama.
Duel sesama tim Asia Tenggara ini berlangsung di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Laga menjadi pertandingan kedua Alter Ego pada hari yang sama, usai melalui duel lima game melelahkan melawan Team Liquid PH di semifinal lower bracket.
Kutukan Serumpun di Lower Bracket Dipertaruhkan
Final lower bracket kembali mempertemukan wakil Indonesia dengan tim serumpun. Sepanjang sejarah M-Series, Indonesia belum pernah kalah dari sesama negara Asia Tenggara di babak lower bracket final sejak edisi M1.
Laga ini pun menjadi perebutan satu tiket terakhir menuju Grand Final M7, sekaligus penentu apakah “kutukan serumpun” kembali berlanjut atau justru terhenti.
Jalannya Game 1 AE vs SRG
Game pembuka dimainkan di map Flying Cloud dengan tempo tinggi sejak early game.
Selangor Red Giants lebih dulu mengamankan Turtle pertama, namun Alter Ego mencuri momentum melalui first blood pada menit 02.30.
Pertarungan awal berlangsung panas. Kedua tim saling bertukar serangan, skor kill sempat imbang 2-2 hingga menit ketiga.
Alter Ego masih kekurangan damage di fase awal, namun permainan agresif Yazukee membuat perbedaan signifikan.
Memasuki menit keenam, papan skor menunjukkan kedudukan imbang kill 6-6. SRG tampil disiplin dengan kontrol objektif yang kuat, mengamankan tiga Turtle beruntun dan menjaga tempo permainan.
Pertarungan Berimbang Menuju Mid Game
Tekanan berlanjut hingga mid game. Skor kill kembali imbang 11-11, menandakan duel berjalan sangat ketat. SRG memperoleh Lord pertama secara gratis pada menit 10.35, namun Alter Ego mampu menahan dorongan tanpa kehilangan pemain.
Situasi tetap seimbang pada menit 12.18 dengan skor 13-13. Momentum berbalik ketika Alter Ego memenangi team fight penting dan justru mengamankan Lord berikutnya.
Keunggulan mulai terbentuk. Alter Ego memimpin 15-13, lalu memperlebar jarak menjadi 17-15 dalam pertarungan mid game.
AE Kunci Kemenangan Meski Kelelahan
Tekanan Alter Ego berlanjut ke area bawah. Base turret SRG berhasil dihancurkan, disusul keunggulan gold sekitar dua ribu. Team fight krusial kembali dimenangi El Familia dengan skor kill 22-16.
Game pertama akhirnya ditutup pada menit 18.43. Alter Ego unggul 1-0 dan membuka langkah penting menuju Grand Final, meski baru saja melewati duel panjang melawan Team Liquid PH.
Trio Mid SRG Jadi Ancaman Serius
Selangor Red Giants tetap menunjukkan potensi besar lewat kekuatan trio mid mereka yang solid.
Meski kalah di game pembuka, SRG tampil disiplin dalam rotasi dan penguasaan objektif, membuat laga diprediksi masih panjang dan sarat tekanan.
Alter Ego kini berada satu langkah lebih dekat ke Grand Final, namun duel belum berakhir.
Game berikutnya akan menjadi ujian konsistensi, ketahanan mental, dan stamina El Familia setelah bermain dua laga besar dalam satu hari.
Editor : Ockta Prana Lagawira