Jawa Pos Radar Madiun - Sriwijaya FC dibantai Adhyaksa FC Banten 15-0 di Liga 2 atau Championship 2025/2026, Kamis (29/1) malam.
Ini merupakan kekalahan terbesar di kompetisi sepak bola Indonesia dalam empat dekade terakhir.
Rekor kekalahan terbesar sebelumnya dipegang Cahaya Kita saat dibantai Niac Mitra 14-0 di kompetisi Galatama 1982.
Baca Juga: Profil Muhammad Osamanmusa: Bintang Futsal Thailand-Ghana, Cetak Quattrick di Piala Asia Futsal 2026
Adilson Silva memborong enam gol dalam pesta gol Adhyaksa atas Sriwijaya FC tadi malam.
Sementara, Miftahul Hamdi, Makan Konate, dan Ramiro Ezequiel Fergonzi mencatat hattrick.
Adilson Silva pun memuncaki daftar top skor dengan 19 gol.
Dia mengungguli Igor Henrique (Persiku), Gustavo Tocantins (PSS Sleman), Connor Flynn-Gillespie (Persiraja), dan Matheus Silva (Persipura).
Kekalahan atas Adhyaksa membuat Sriwijaya FC makin terbenam di dasar klasemen grup 1.
Mereka hanya mengoleksi poin 2 hasil 16 kalah dan 2 imbang dalam 18 laga.
Laskar Wong Kito juga jadi tim dengan jumlah kebobolan paling banyak, yakni 69.
Kondisi ini cukup miris mengingat Sriwijaya FC di masa lalu merupakan salah satu klub yang disegani.
Bahkan, mereka sempat dua kali meraih juara Liga 1.
Gelar pertama didapat pada musim 2007/2028 saat dibesut Rahmad Darmawan.
Sementara gelar kedua diraih pada musim 2011/2012 ketika dilatih Kas Hartadi.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto