Jawa Pos Radar Madiun - Bursa transfer Januari Serie A dan Premier League memanas lewat satu saga rumit yang melibatkan Inter, Liverpool, dan Nottingham Forest.
Nama Davide Frattesi dan Curtis Jones menjadi pusat perhatian dalam efek domino yang bisa menentukan arah kekuatan musim ini.
Kesepakatan awal antara Inter dan Nottingham Forest sejatinya sudah tercapai. Forest siap menampung Frattesi dengan skema pinjaman disertai opsi beli senilai sekitar €40 juta.
Namun, transfer tersebut belum bisa dieksekusi karena Inter bersikukuh tidak akan melepas Frattesi sebelum mendapatkan pengganti sepadan.
Nama Curtis Jones pun muncul sebagai solusi.
Inter dikabarkan tertarik merekrut gelandang Liverpool itu dengan skema serupa, pinjaman plus opsi pembelian. Masalahnya, Liverpool belum memberi lampu hijau.
Inter Milan Pegang Kendali Penuh
Dalam situasi ini, Inter justru berada di posisi paling aman. Klub berjuluk Nerazzurri itu tidak berada di bawah tekanan finansial maupun teknis untuk menjual Frattesi.
Jika Curtis Jones gagal didapatkan, Inter tetap mempertahankan Frattesi tanpa kehilangan kualitas lini tengah.
Sebaliknya, bila Liverpool melunak dan Jones merapat ke San Siro, Inter berpotensi mendapat pengganti Frattesi dengan usia lebih muda.
Selain itu, Liverpool juga menawarkan skema finansial yang fleksibel.
Dengan kata lain, Inter memegang remdan gas sekaligus dalam saga ini.
Liverpool Aman, tapi Jadi Penghambat
Bagi Liverpool, sikap menahan Curtis Jones sebenarnya masuk akal secara bisnis. Kontrak Jones akan memasuki 12 bulan terakhir pada musim panas mendatang.
Melepas sang pemain tanpa perpanjangan kontrak dinilai berisiko.
Namun, keputusan ini membuat Liverpool berada di posisi pasif.
Mereka pada akhirnya gagal mendapatkan dana segar.
Liverpool memang tidak dirugikan, tetapi juga tidak memaksimalkan momentum bursa.
Nottingham Forest Paling Terjepit
Di sisi lain, Nottingham Forest justru menjadi pihak yang paling dirugikan secara situasional.
Klub Premier League itu sudah menyiapkan anggaran, skema taktik, dan proyeksi skuad untuk Frattesi.
Namun semua rencana tersebut bergantung penuh pada keputusan Inter dan Liverpool. Jika domino Jones tidak jatuh, Forest berpotensi kehilangan target utama saat waktu bursa semakin menipis.
Saga transfer ini memperlihatkan dinamika bursa modern.
Klub yang sabar dan tidak panik justru paling diuntungkan.
Jika tidak ada terobosan sebelum penutupan bursa Januari, besar kemungkinan Frattesi tetap bertahan di Inter, sementara Forest harus mencari opsi darurat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani