Jawa Pos Radar Madiun – Mental baja ditunjukkan oleh tunggal putra muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah.
Bertanding di bawah tekanan pendukung lawan, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed ini sukses menyabet gelar juara Thailand Masters 2026, Minggu (1/2).
Dalam laga final yang digelar di Nimibutr Stadium, Patumwan, Ubed berhasil menumbangkan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul.
Kemenangan tersebut diraih melalui pertarungan sengit tiga gim (rubber game) dengan skor akhir 21-19, 20-22, 21-19.
Ubed mengaku perasaannya campur aduk usai memastikan kemenangan.
Ia tidak menyangka bisa berdiri di podium tertinggi turnamen berlevel Super 300 ini.
"Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan gak nyangka bisa juara," ungkapnya usai pertandingan.
Baca Juga: Hasil Ubed di Final Thailand Masters 2026: Juara usai Bungkam Tunggal Putra Tuan Rumah
Ubah Teror Penonton Jadi Motivasi
Jalan Ubed menuju juara tidaklah mulus. Di gim pertama, ia sempat tertinggal poin dari lawan.
Namun, instruksi pelatih di pinggir lapangan menjadi kunci ketenangannya.
"Tadi sempat ketinggalan di game pertama, di situ saya tidak mau gampang menyerah," jelas Ubed.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Proliga 2026 Seri Malang: Pertamina Enduro Ditunggu Electric PLN dan Medan Falcons
"Pelatih terus mengingatkan untuk menjaga fokus dan pikiran karena sebelum poin 21, masih bisa dikejar," sambungnya.
Tantangan lainnya adalah atmosfer stadion yang didominasi pendukung Thailand.
Namun, alih-alih merasa terintimidasi, Ubed justru menjadikan sorak-sorai penonton lawan sebagai lecutan semangat.
"Untuk pendukung lawan cukup ramai hari ini, namun itu malah bikin saya tambah semangat. Karena lawan tuan rumah pastinya tidak mau kalah juga," tambahnya.
Gelar juara ini dipersembahkan Ubed untuk orang tua, keluarga, PBSI, dan klub asalnya PB Djarum.
Tak ingin cepat puas, ia kini membidik target yang lebih tinggi di kancah internasional.
"Harapan ke depannya semoga bisa mencapai lebih baik lagi dari ini, next semoga bisa dapat gelar Super 500 ke atas," pungkasnya optimis. (naz)
Editor : Mizan Ahsani