Jawa Pos Radar Madiun - Juventus mengamankan salah satu talenta muda paling menjanjikan Eropa.
Klub asal Turin itu resmi merekrut Adin Licina dari Bayern Munich dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2029.
Licina adalah rekrutan deadline-day Juventus pada bursa transfer musim dingin. Seperti apa sosoknya?
Profil Adin Licina: Produk Murni Akademi Bayern
Adin Licina lahir di Munich, Jerman, dan memiliki latar belakang keturunan Montenegro.
Ia merupakan produk murni akademi Bayern Munich, tempatnya menimba ilmu sejak usia sangat muda dan berkembang pesat hingga menjadi salah satu talenta paling menonjol di sektor junior klub Bavaria tersebut.
Di level internasional, Licina memperkuat Timnas Jerman kelompok usia U-15 hingga U-19.
Namun, ia juga memiliki opsi membela Bosnia di level senior, berkat latar belakang keluarganya.
Disebut Talenta Terkuat di Akademi Bayern
Dalam beberapa musim terakhir, Licina disebut-sebut sebagai talenta terkuat di seluruh sektor akademi Bayern Munchen.
Ia dikenal sebagai pemain kidal dengan kemampuan teknis tinggi, visi permainan tajam, dan kecerdasan membaca ruang.
Meski kerap dipanggil berlatih bersama tim utama Bayern, Licina belum sempat mencatat debut senior.
Hal itu bukan karena kurang kualitas, melainkan ketatnya persaingan di lini serang Bayern, terutama setelah munculnya talenta seperti Karl, kembalinya Jamal Musiala, serta performa impresif Michael Olise.
Alasan Bayern Kehilangan Licina
Bayern Munchen sejatinya ingin mempertahankan Licina. Namun, kontrak sang pemain yang berakhir pada Juni membuat situasi berubah.
Licina memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya, membuka peluang bagi Juventus untuk bergerak cepat dan mengamankan jasanya secara permanen tanpa biaya transfer besar.
Juventus memanfaatkan momentum tersebut untuk membajak salah satu prospek terbaik Eropa dari tangan raksasa Bundesliga.
Statistik Menjanjikan di Level Junior
Pada paruh pertama musim ini, Adin Licina mencatat:
20 penampilan, 2 gol, dan 6 assist
Catatan tersebut diraih di kompetisi domestik Jerman dan ajang Youth League.
Bukti kemampuannya tidak hanya dalam mencetak gol, tetapi juga memanjakan rekan setim melalui kreativitas dan umpan-umpan kunci.
Peran dan Posisi: Winger Kanan Inverted
Secara taktik, Licina merupakan penyerang kidal yang sering dimainkan sebagai inverted right winger.
Posisi ini memungkinkannya menusuk ke tengah, melepaskan tembakan, atau menciptakan peluang bagi pemain lain.
Gaya bermain tersebut membuatnya kerap disandingkan dengan profil winger modern yang sangat dibutuhkan dalam sepak bola Italia saat ini.
Next Gen Menuju Tim Utama
Juventus memastikan Adin Licina akan memulai perjalanannya bersama Juventus Next Gen.
Namun, dalam beberapa bulan ke depan, ia diproyeksikan berlatih secara reguler dengan tim utama, sebagai bagian dari proses adaptasi dan akselerasi perkembangan.
Model ini sebelumnya sukses diterapkan Juventus pada sejumlah talenta muda, termasuk Kenan Yildiz, yang kini telah menjadi bagian penting skuad senior. (cor)
Editor : Andi Chorniawan