Jawa Pos Radar Madiun – Angin segar optimisme berhembus kencang di tubuh Timnas Indonesia.
Pelatih kepala anyar Skuad Garuda, John Herdman, melontarkan klaim berani yang mengejutkan publik sepak bola Asia.
Juru taktik asal Inggris yang resmi diperkenalkan pada 13 Januari 2026 lalu ini menilai, secara kualitas materi pemain, Indonesia sudah tidak layak lagi dipandang sebagai tim kelas dua.
Bahkan, Herdman dengan tegas menempatkan Indonesia di jajaran elit benua kuning, sejajar dengan raksasa-raksasa tradisional.
Pernyataan ini bukan sekadar psywar. Herdman mendasari penilaiannya pada kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia saat ini.
Kombinasi pemain diaspora yang merumput di liga top Eropa dan talenta lokal yang matang di kompetisi Super League menjadi kuncinya.
"Saya pikir kami berada di peringkat keempat atau kelima di Asia jika melihat kualitas pemain yang kami miliki," tegas Herdman, dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Menurutnya, keberadaan pemain di tier satu dan dua kompetisi Eropa membuat standar permainan Timnas Indonesia melonjak drastis.
Tancap Gas Pantau Super League dan Eropa
Sejak hari pertama bertugas, eks pelatih yang dikenal dengan pendekatan data dan psikologisnya ini langsung tancap gas.
Ia aktif memantau langsung pertandingan Super League dan terbang ke Eropa untuk melihat performa pemain abroad.
"Kami ingin menetapkan standar untuk masa depan. Membangun koneksi yang nyata di dalam tim adalah langkah awal yang penting," ujarnya.
"Ini awal yang baik, dan sekarang tidak ada lagi alasan soal kualitas talenta. Kesempatannya ada," sambung Herdman.
Pertahanan Jadi Fondasi Utama
Selain memuji kualitas individu, Herdman juga memberikan bocoran mengenai filosofi permainan yang akan ia terapkan.
Ia menyoroti sektor pertahanan Indonesia yang dinilai sangat solid dan berlimpah stok pemain berkualitas.
Bagi Herdman, pertahanan kuat adalah modal utama untuk bersaing di level tertinggi internasional.
"Sebagai pelatih, Anda harus bekerja dengan apa yang Anda miliki. Jika kekuatan kami ada di sektor itu (pertahanan), maka kami akan membangun tim di sekelilingnya," tutupnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani