Jawa Pos Radar Madiun - Skandal match-fixing atau 322 kembali mengguncang skena kompetitif Dota 2.
Kali ini, sorotan tertuju pada kasus yang menyeret nama 4IVAN, setelah muncul dugaan adanya taruhan dalam jumlah ekstrem pada pertandingan tier menengah.
Angka taruhan yang beredar di publik bukan main-main. Salah satu laporan menyebutkan terdapat taruhan senilai USD 155.000 untuk kemenangan Ilbirs eSports.
Tak lama berselang, Pulseminds menambahkan bahwa total taruhan sebenarnya bisa mencapai USD 300.000.
Nominal tersebut langsung memicu kecurigaan besar. Pasalnya, dalam pertandingan Dota 2 level menengah, total taruhan normal biasanya hanya berada di kisaran USD 5.000–USD 50.000.
Ketika angka melonjak ratusan ribu dolar, publik menilai hal itu sebagai outlier ekstrem yang mengarah pada indikasi praktik 322.
Apa Itu Skandal 322 Dota 2?
Istilah 322 sudah menjadi “kode” yang sangat familiar di komunitas Dota 2. Sebutan itu berasal dari skandal legendaris Alexey “Solo” Berezin pada 2013.
Kala itu, Solo terbukti sengaja kalah demi taruhan senilai $322. Sejak kejadian tersebut, angka 322 berubah menjadi simbol praktik match-fixing di Dota 2.
Kasus 4IVAN kini langsung dibandingkan dengan peristiwa tersebut karena sejumlah indikator yang dianggap serupa.
Kasus ini mencuat karena adanya beberapa faktor yang dinilai memperkuat dugaan match-fixing, di antaranya:
Indikasi sabotase gameplay
Jejak taruhan dalam jumlah besar
Kesaksian caster serta dugaan internal tim
Dalam skena kompetitif, kombinasi faktor tersebut sering menjadi alarm keras. Terlebih ketika jumlah taruhan sudah melampaui angka normal, kecurigaan publik makin sulit dibendung.
Winter Bear Tetap Lanjut Turnamen, Tapi Harus Tanpa 4IVAN
Meski pemain carry mereka diskors, tim Winter Bear tetap diizinkan melanjutkan kiprah di EPL Season 34.
Namun, mereka harus bermain dengan stand-in, karena pengganti resmi 4IVAN belum diumumkan.
Adapun roster Winter Bear saat ini terdiri dari:
Nikita Panda Katkov
Jat ruustle Itani
David Delight Fenko
Konstantin waveformn Kovalev
Winter Bear dijadwalkan kembali bertanding pada 9 Februari melawan L1GA Team.
Langkah EPL melaporkan kasus ini ke Valve menjadi titik paling krusial. Valve memiliki wewenang untuk memutuskan sanksi final dalam kasus yang menyangkut integritas kompetisi.
Jika bukti dianggap cukup kuat, sanksi yang berpotensi dijatuhkan mencakup ban kompetitif jangka panjang, larangan bermain di seluruh turnamen resmi Valve, bahkan penghapusan reputasi profesional pemain bersangkutan.
Bagi komunitas Dota 2, keputusan Valve dalam kasus 4IVAN dianggap akan menjadi preseden penting dalam perang melawan pengaturan skor.
Reaksi Komunitas Dota 2: Ada yang Minta Ban Seumur Hidup
Di media sosial dan forum, respons komunitas Dota 2 terbelah.
Sebagian besar mendesak agar pelaku mendapat hukuman keras, bahkan ban seumur hidup, demi menjaga integritas scene kompetitif.
Namun, ada pula yang meminta agar proses investigasi dilakukan menyeluruh agar tidak terjadi salah vonis.
Satu hal yang pasti, kasus 4IVAN membuka kembali luka lama Dota 2 terkait 322, isu yang selama ini dianggap belum pernah benar-benar hilang dari dunia esports. (naz)
Editor : Mizan Ahsani