Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Di Balik Alasan Kenan Yildiz Bertahan di Juventus, Disebut Belajar dari Nasib Paul Pogba

Andi Chorniawan • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:57 WIB
Kenan Yildiz memperpanjang kontraknya di Juventus hingga 2030.
Kenan Yildiz memperpanjang kontraknya di Juventus hingga 2030.

Jawa Pos Radar Madiun - Juventus telah mengunci masa depan Kenan Yildiz, salah satu aset paling berharganya, hingga Juni 2030.

Namun, keputusan Yildiz bertahan di Turin dinilai bukan sekadar soal angka.

Jurnalis Italia Guido Vaciago menyebut, Yildiz dan keluarganya diduga mengambil pelajaran besar dari perjalanan karier Paul Pogba.

Terutama setelah sang gelandang memilih meninggalkan Juventus dan kembali ke Manchester United.

Kontrak Baru Yildiz

Kesepakatan kontrak baru Yildiz menjadi sorotan karena lonjakan gajinya yang sangat signifikan.

Gaji Yildiz meningkat dari 1,6 juta euro menjadi 6 juta euro per tahun. Angka itu menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di Juventus, setidaknya setelah Dusan Vlahovic diprediksi hengkang di akhir musim.

Kenaikan gaji ini menegaskan dua hal: Juventus melihat Yildiz sebagai pusat proyek masa depan.

Yildiz memilih bertahan karena percaya klub masih menjadi tempat terbaik untuk berkembang.

Yildiz Tidak Mau Mengulang “Kesalahan” Pogba

Dalam kolom terbarunya, Guido Vaciago yang juga pemimpin redaksi Tuttosport menilai perpanjangan kontrak ini adalah momen penting bagi Juventus.

Ia menegaskan bahwa keputusan Yildiz tidak hanya dipengaruhi uang, tetapi juga ambisi dan perencanaan karier.

Vaciago menulis:

“Menandatangani kontrak adalah langkah kunci bagi klub (kehadiran Elkann tidak boleh diabaikan). Jika Juventus kemarin menguangkan janji Yildiz, maka Yildiz juga menguangkan Juventus.”

Ia menambahkan, pihak Yildiz bahkan disebut menanyakan rencana besar Juventus sebelum sepakat memperpanjang kontrak.

“Perpanjangan ini bukan hanya soal uang, tetapi soal ambisi. Kenan bertanya tentang rencana pertumbuhan tim, mereka menjelaskannya, dan dia yakin.”

Juventus Lingkungan Sehat untuk Pemain Muda

Menurut Vaciago, Juventus tetap menjadi tempat yang ideal bagi talenta muda untuk tumbuh.

Ia menilai ada dua faktor besar yang membuat Juventus berbeda. Fans yang “memanjakan” pemain muda bertalentadan tekanan jersey Juventus yang membentuk mental.

Vaciago menulis:

“Masa depan Yildiz tentu lebih aman sejak tanda tangan kemarin. Jalur karier Pogba tidak mungkin luput dari perhatian Kenan dan orang tuanya.”

“Juve adalah lingkungan sehat untuk berkembang, dengan fans yang memanjakan talenta muda, dan pada saat yang sama tekanan bermain untuk jersey itu membangun karakter.”

Poin Utama: Yildiz Tak Mau Pergi Terlalu Cepat

Yang paling tajam dari analisis Vaciago adalah soal bahaya meninggalkan Juventus terlalu cepat.

Ia menilai, pemain muda yang sedang naik daun sering tergoda pindah saat hype sedang tinggi. Padahal, keputusan itu bisa menjadi bumerang.

Vaciago menulis:

“Tapi meninggalkan Juve terlalu cepat, menunggangi gelombang ketenaran, bisa memutus proses itu, memicu pusaran ekspektasi yang menghabisi Pogba di Manchester.”

Kalimat ini secara tidak langsung menggambarkan bahwa Yildiz tidak ingin kariernya meledak terlalu dini lalu runtuh karena tekanan.

Kilas Balik Pogba: Jaya di Juventus, Terpuruk di MU

Paul Pogba adalah contoh nyata pemain yang bersinar di Juventus, tetapi kariernya tidak berjalan sesuai harapan setelah pindah.

Pogba meninggalkan Manchester United pada 2012 untuk bergabung dengan Juventus secara gratis saat berusia 19 tahun.

Di Turin, ia berkembang pesat, bahkan menjadi bintang besar bersama nama-nama seperti Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio.

Namun pada 2016, Pogba memilih kembali ke Old Trafford.

Sayangnya, periode keduanya di Manchester United justru dianggap mengecewakan.

Ia menjalani enam musim tanpa benar-benar mencapai puncak seperti saat di Juventus.

Pogba Kembali ke Juventus, tapi Terlambat

Pada 2022, Pogba sempat kembali ke Juventus. Namun, saat itu kariernya sudah diganggu berbagai masalah.

Cedera berulang, persoalan personal, dan performa tidak stabil.

Puncaknya, Pogba terkena hukuman larangan bermain 18 bulan setelah gagal tes anti-doping. Ia akhirnya meninggalkan Juventus pada Desember 2024.

Saat ini Pogba mencoba membangun ulang kariernya di Monaco, tetapi masih kesulitan menjaga kebugaran. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#paul pogba #kontrak #Juventus #Kenan Yildiz