Jawa Pos Radar Madiun – Langkah berani diambil oleh manajemen Bandung BJB Tandamata di tengah gentingnya persaingan Proliga 2026.
Tim kebanggaan warga Jawa Barat ini resmi mengumumkan perpisahan dengan pemain asing andalannya, Sonaly Cidrao, jelang bergulirnya Seri Bojonegoro.
Keputusan mengejutkan ini diambil saat kompetisi memasuki fase krusial, di mana BJB Tandamata masih berjuang keras menjaga peluang lolos ke babak final four.
Pengumuman resmi perpisahan tersebut telah disampaikan klub melalui akun Instagram mereka pada Senin (9/2).
Baca Juga: Balotelli Cetak Gol Perdana Sejak 2024! Debut Manis Bareng Klub Baru Al-Ittifaq
Statistik Sonaly: Tajam tapi Kurang Konsisten?
Dalam pernyataan perpisahannya, manajemen BJB Tandamata menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Sonaly.
"Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Kehadiranmu melampaui papan skor," tulis pernyataan resmi klub.
Selama berseragam biru BJB Tandamata, pevoli asal Brasil tersebut sebenarnya mencatatkan statistik yang cukup lumayan.
Sonaly mengemas total 112 poin, dengan rincian 105 attack, 4 serve, dan 3 block.
Namun, evaluasi tim pelatih menunjukkan bahwa performa Sonaly dinilai belum konsisten. Grafik penampilannya dianggap cenderung menurun, terutama setelah gelaran Seri Bandung usai.
Pengganti dari Italia: Giulia Angelina
Tak butuh waktu lama, Bandung BJB Tandamata langsung bergerak cepat mencari pengganti. Posisi yang ditinggalkan Sonaly akan diisi oleh Giulia Angelina, seorang outside hitter asal Italia.
Kedatangan Giulia diharapkan menjadi "obat kuat" bagi tim yang tengah sakit.
Pasalnya, hingga kini BJB Tandamata belum meraih satu pun kemenangan pada putaran kedua dan masih terjebak dalam tren negatif.
Baca Juga: Kapan Jadwal Leg 2 Persib vs Ratchaburi di Babak 16 Besar ACL Two?: Menang Besar atau Tersingkir
Risco Herlambang: Harus Sapu Bersih 4 Laga Sisa!
Saat ini, posisi Bandung BJB Tandamata di papan klasemen cukup mengkhawatirkan. Mereka tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 9 poin, hasil dari 3 kemenangan dan 5 kekalahan.
Pelatih BJB Tandamata, Risco Herlambang, menegaskan bahwa situasi tim semakin sulit. Ia memberikan ultimatum bahwa timnya wajib menyapu bersih kemenangan di sisa laga.
"Sebenarnya ini kunci untuk ke final four. Dengan kekalahan ini, kita harus bisa memenangkan laga-laga berikutnya. Harus menang di empat pertandingan tersisa," tegas Risco.
Adapun empat laga "hidup mati" yang tersisa adalah:
Seri Bojonegoro: Melawan Medan Falcons dan Gresik Phonska Plus.
Seri Sentul (Bogor): Melawan Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Livin’ Mandiri. "Kalau kita kalah lagi, mungkin agak sulit untuk lolos ke final four," pungkas Risco. (naz)
Editor : Mizan Ahsani