JAKARTA - One Pride MMA menegaskan komitmennya mengembangkan olahraga Mixed Martial Arts (MMA) di Indonesia dengan menggelar empat Fight Night sepanjang 2026 serta memperkenalkan kelas Hystrike.
Langkah ini disebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pertandingan, konsistensi kejuaraan, hingga pembinaan jenjang karier petarung nasional.
Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri (KOBI) Anindra Ardiansyah Bakrie menegaskan, pengembangan One Pride MMA tidak boleh berhenti hanya pada pertarungan semata.
"Saya selalu menekankan kepada manajemen, coba pikirkan tidak hanya fight-fight-nya, tetapi juga jenjang karier atau karier daripada fighter-fighter ini. Dan alhamdulillah, sampai usia ke-10 tahun ini, One Pride tetap amanah," kata Anindra dikutip Antara saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Jumat.
Anindra juga menegaskan KOBI akan terus mendukung para atlet untuk tampil di level yang lebih tinggi.
One Pride MMA Nonaktifkan 4 Divisi, Fokus 4 Kelas Utama
One Pride MMA tahun ini, melalui divisi Combat, mengambil kebijakan menonaktifkan sejumlah divisi.
Kelas yang dinonaktifkan meliputi welter, woman class, atom, dan strawweight.
Sebagai gantinya, One Pride MMA memprioritaskan empat divisi utama, yakni kelas terbang, bantam, bulu, dan ringan.
Seleksi Ketat Roster Inti 2026, Hanya 50 Fighter Terpilih
Dari total 450 petarung yang terdata, One Pride MMA hanya memilih 50 fighter untuk menjadi roster inti 2026.
Proses seleksi dilakukan ketat berdasarkan performa pertandingan, rekam jejak kemenangan, serta usia produktif.
Kelas Hystrike: Duel Berdiri Tanpa Ground Fight
Inovasi paling mencolok dari One Pride MMA pada 2026 adalah hadirnya kelas Hystrike.
Kelas ini menyajikan pertarungan berdiri murni tanpa ground fight maupun submission.
Rule set Hystrike menggabungkan teknik terbaik dari boxing, kickboxing, muay thai, hingga karate, dalam tempo tinggi yang menuntut akurasi, timing, serta mental baja.
“Kehadiran hystrike adalah sebagai alternatif dalam ekosistem One Pride MMA. Di hystrike, kami menghilangkan 'zona nyaman' ground fighting untuk memberi ruang bagi para striker menunjukkan seni beladiri berdiri yang paling murni. Ini adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya," kata Suwardi, Chief Combat Officer One Pride MMA.
One Pride Physical Jadi Uji Ketahanan Fighter
Selain Hystrike, One Pride MMA juga menghadirkan program baru bernama One Pride PHYSICAL.
Ajang ini merupakan pengujian fighter untuk memastikan kesiapan bertanding di level tertinggi.
One Pride Physical bukan sekadar lomba lari atau angkat beban, tetapi disebut sebagai simulasi tuntutan fisik sebuah pertarungan kejuaraan tanpa pukulan.
Penentuan lawan pun tidak dilakukan secara acak.
Peserta One Pride Physical dipasangkan berdasarkan daftar rivalitas resmi yang merujuk langsung pada fight card OP89.
OP89 Digelar 11 April, Windri Patilima vs Ronald Mastrana Perebutkan Sabuk
One Pride MMA juga memastikan OP89 akan berlangsung pada 11 April mendatang.
Ajang ini digelar di HW Superhouse Satrio, Jakarta, dengan laga utama perebutan gelar kelas ringan.
Windri Patilima (11-2-0) akan menghadapi Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0).
OP89 dijadwalkan tayang eksklusif melalui sistem pay-per-view di platform Vidio, yang menjadi mitra resmi penyiaran One Pride MMA.
Editor : Ockta Prana Lagawira