Jawa Pos Radar Madiun – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dipastikan memanas malam ini, Sabtu (14/2).
Persebaya Surabaya akan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga krusial pekan ke-21 BRI Super League 2025/26.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi skuad Bajol Ijo, ini adalah pembuktian konsistensi di papan atas.
Sementara bagi tim tamu, ini adalah laga penuh emosi dengan kembalinya sang mantan juru taktik, Paul Munster.
Gelandang andalan Persebaya, Rachmat Irianto, menegaskan bahwa timnya telah mendapatkan suntikan energi baru dan siap tempur demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Baca Juga: Daftar Top Skor Proliga 2026 Putri Terbaru: Megawati Hangestri Terlempar dari 6 Besar
Rian: Tavares Bukan Sekadar Pelatih, Tapi Ayah
Kehadiran pelatih anyar, Bernardo Tavares, sejak akhir Desember lalu diakui Rian—sapaan akrab Rachmat Irianto—membawa dampak psikologis yang masif bagi skuad Green Force.
Menurut Rian, Tavares memiliki pendekatan unik yang membuat mental pemain bangkit.
Video viral yang memperlihatkan Tavares memotivasi pemain muda Alfan Suaib hanyalah salah satu bukti kecil dari sentuhan magis pelatih asal Portugal tersebut.
"Memang beliau (Tavares) bukan hanya sekadar menjadi Bapak di sini, beliau juga sebagai motivator. Coach datang membawa motivasi dan semangat baru buat teman-teman," ujar Rian.
Mewakili rekan-rekannya, mantan pemain Persib Bandung ini menegaskan tidak akan meremehkan Bhayangkara FC meski Persebaya kini lebih unggul di papan klasemen.
"Kita tahu Bhayangkara FC juga mengambil pemain-pemain baru dan bagus juga. Ya, intinya kita berjuang untuk tiga poin," tegasnya.
Baca Juga: Rekap Hasil dan Klasemen BRI Super League: Persis-Persik Kompak Gagal Menang di Kandang Sendiri
Waspada Transisi Cepat dan Tembakan Jarak Jauh
Di sisi taktik, Bernardo Tavares enggan terkecoh dengan posisi klasemen lawan.
Saat ini, Persebaya berada di posisi ke-5 (35 poin), sementara Bhayangkara FC tertahan di posisi ke-10 (26 poin).
Tavares menilai Bhayangkara Presisi Lampung FC di putaran kedua ini adalah tim yang berbeda.
Kedatangan pemain baru dan berpengalaman membuat The Guardians lebih berbahaya, terutama dalam skema serangan balik.
"Mereka adalah tim yang suka bermain dengan transisi ofensif dan memiliki pemain-pemain cepat," ungkap Tavares.
"Serta pemain yang bisa menembak dengan sangat baik dari luar kotak penalti, jadi kita perlu mewaspadai hal ini," sambungnya.
Baca Juga: Pengendara Vixion Tabrak Pohon Tumbang di Sine Ngawi, Korban Dilarikan ke RS di Sragen
Badai Cedera dan Reuni Paul Munster
Laga ini juga diwarnai tantangan internal bagi Persebaya. Tavares mengungkapkan bahwa skuadnya tidak dalam kondisi 100 persen fit.
"Kami memiliki beberapa pemain yang sakit, beberapa lainnya cedera, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik," ungkap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Selain faktor teknis, laga ini juga sarat nuansa emosional.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, pernah menjadi bagian penting dari sejarah Persebaya.
Namun, Tavares meminta pemainnya untuk fokus pada permainan dan memanfaatkan dukungan penuh Bonek di GBT sebagai pemain ke-12.
"Saya pikir pertandingan terakhir kita di sini melawan Dewa United memiliki suasana yang fantastis," bebernya.
"Kita tahu lawan Bhayangkara FC akan sangat sulit, tetapi kita akan mencoba melakukan yang terbaik," imbuh Tavers. (naz)
Editor : Mizan Ahsani