CHELYABINSK – Petinju Rusia Elnur Samedov menghentikan John Lenon Gutierrez melalui technical knockout (TKO) untuk merebut gelar juara dunia sementara (interim) kelas bulu super (59 kg) World Boxing Association (WBA).
Pertarungan berlangsung di Traktor Ice Arena, Chelyabinsk, Rusia. Kemenangan tersebut dipastikan setelah Gutierrez tak lagi mampu memberikan perlawanan efektif pada ronde ke-11.
"Samedov menghentikan Gutierrez pada ronde ke-11, dalam laga melelahkan yang ditandai oleh tempo tinggi, kegigihan, dan hukuman fisik yang terus-menerus," demikian laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Bertarung di hadapan publik sendiri, Samedov tampil agresif sejak bel pembuka.
Ia langsung mengambil inisiatif serangan dan mendikte ritme pertarungan, dengan tekanan konstan yang memaksa Gutierrez bertarung dalam jarak dekat.
Samedov memotong pergerakan ring dengan presisi, menutup jalur Gutierrez, dan membuat petinju Kolombia yang lebih tinggi itu kesulitan mencari ruang untuk mengembangkan gaya bertarungnya.
Gutierrez mencoba bertahan dengan mengandalkan jab dan pergerakan kaki untuk menjaga jarak.
Namun, tekanan tanpa henti dari Samedov mulai menggerogoti ketahanannya saat duel memasuki ronde-ronde pertengahan.
Momentum besar terjadi pada ronde ketujuh. Samedov mendaratkan kombinasi tajam yang menjatuhkan Gutierrez ke kanvas untuk pertama kalinya dalam laga
Gutierrez sempat bangkit dan bertahan. Ia tetap mencoba melawan, tetapi terus menerima pukulan-pukulan keras yang menguras stamina dan ketahanan fisiknya.
Pada ronde kesebelas, pertahanan Gutierrez akhirnya runtuh. Samedov melancarkan serangan beruntun, kembali mencatatkan knockdown, lalu menjebak Gutierrez di tali ring dengan rentetan pukulan tanpa balasan berarti.
Melihat Gutierrez dalam kondisi tak berdaya, wasit menghentikan pertandingan demi keselamatan petinju Kolombia tersebut.
Kemenangan ini membuat rekor Samedov meningkat menjadi 22 kemenangan (11 KO) dan satu kekalahan.
Ia sekaligus mengamankan sabuk interim WBA dan menguatkan posisinya di jajaran elite kelas bulu dunia.
Sementara rekor Gutierrez turun menjadi 11 kemenangan dan menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Kekalahan itu terjadi pada debutnya di Eropa.
Editor : Ockta Prana Lagawira