Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mario Aji Pamer Batik Magetan di Helm Moto2 2026, Ada Tokoh Wayang Terkuat dan Penghormatan untuk Ayah

Mizan Ahsani • Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:41 WIB

Pembalap Moto2 Mario Aji memamerkan motif batik Magetan di helmnya yang ia pakai untuk balapan.
Pembalap Moto2 Mario Aji memamerkan motif batik Magetan di helmnya yang ia pakai untuk balapan.

Jawa Pos Radar Madiun – Pembalap muda Indonesia Mario Suryo Aji membawa misi budaya dalam ajang Moto2 2026.

Rider asal Magetan itu mempromosikan batik khas daerah kelahirannya melalui desain helm balap yang dikenakannya di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand.

Helm berwarna merah menyala dengan kombinasi aksen hitam, cokelat, dan emas tersebut menampilkan motif Batik Bumi Mageti, ikon budaya khas Kabupaten Magetan.

Pada bagian depan dan tengah helm juga tersemat logo “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” yang terinspirasi dari simbol Kerajaan Majapahit melalui elemen Surya Majapahit.

“Pada musim balap ini, saya berkomitmen mengenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. Helm ini bukan hanya alat pelindung, melainkan aktualisasi wastra dan seni budaya tanah kelahiran saya,” ujar Mario dalam keterangannya, Sabtu (28/2).

Batik Bumi Mageti Jadi Identitas Helm Balap

Mario menjelaskan, pemilihan motif Batik Bumi Mageti menjadi bentuk representasi identitas daerah asalnya. Desain helm tersebut memadukan berbagai elemen khas Magetan yang sarat filosofi budaya.

Motif tersebut menghadirkan:

Legenda Naga Kiai Pasir dan Nyai Pasir dari Telaga Sarangan

Siluet Gunung Lawu

Ikon Situs Ganesha Gimbal

Rumpun bambu dari motif batik Pring Sedapur

Seluruh elemen dirangkai harmonis dengan aksen huruf “M” sebagai simbol identitas Mario.

Baca Juga: Urutan Start Balapan Moto3 Thailand 2026: Veda Ega Pratama Starting Grid 5, Cek Hasil Kualifikasi Hari Ini

Simbol Surya dan Filosofi Gatotkaca

Desain helm juga mengangkat simbol matahari atau “Surya” dalam bahasa Sanskerta yang melambangkan energi dan semangat yang terus menyala.

Filosofi tersebut selaras dengan nama tengah Mario, yakni Suryo.

Tak hanya itu, tokoh wayang Gatotkaca turut menjadi inspirasi utama desain.

Dalam kisah Mahabharata, Gatotkaca dikenal sebagai ksatria perkasa yang mampu terbang tanpa sayap, melambangkan keberanian, kekuatan, dan dedikasi.

Elemen irah-irahan atau kuluk pada tokoh Gatotkaca juga menggambarkan nilai kebijaksanaan yang ingin dibawa Mario sepanjang karier balapnya.

Nomor 64 Jadi Bentuk Penghormatan untuk Ayah

Pada Moto2 musim 2026, Mario tetap menggunakan nomor balap 64.

Angka tersebut memiliki makna personal sebagai penghormatan kepada sang ayah.

Nomor itu merujuk pada “HARTOTO 04-06-1964”, sosok yang berperan besar dalam perjalanan karier balapnya sejak awal.

Melalui helm bernuansa budaya tersebut, Mario Suryo Aji tidak hanya mengejar prestasi di lintasan balap dunia, tetapi juga membawa identitas Jawa Timur dan Magetan agar semakin dikenal di panggung internasional. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #batik #Honda Team Asia #Mario Aji #Gatotkaca #moto2 #wayang #helm