Jawa Pos Radar Madiun - Dunia pers olahraga Indonesia bergejolak.
Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat mengecam keras aksi intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat meliput laga BRI Super League antara Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR), Ternate, Sabtu (7/3) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.05 WIT tersebut menimpa jurnalis RRI Ternate, Irwan Djailani.
Korban dilaporkan didatangi oknum diduga ofisial Malut United, diintimidasi, hingga dipaksa menghapus rekaman video hasil kerja jurnalistiknya.
Tak hanya itu, oknum tersebut juga memerintahkan steward mengusir wartawan dari tribun meski mereka mengantongi ID Card resmi.
Baca Juga: Hasil Final All England 2026: Taiwan Sabet Dua Gelar dari Tunggal Putra dan Ganda Campuran
Langkah Hukum ke Mabes Polri
Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Suryansyah, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam atas pelanggaran nyata terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers ini.
"SIWO PWI Pusat akan melaporkan hal ini secara resmi ke Kapolri. Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa menghapus hasil kerja jurnalistik," tegas Suryansyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3).
Senada, Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo, turut mengecam sikap arogan oknum ofisial tersebut.
Ia mendukung penuh langkah hukum ke kepolisian serta mendesak PT I-League selaku operator kompetisi untuk menjatuhkan sanksi berat kepada pihak Malut United.
Baca Juga: Anya Geraldine Ungkap Firasat Tak Biasa di Detik-Detik Vidi Aldiano Meninggal
Dukungan juga datang dari PSSI Pers yang mengutuk segala bentuk ancaman terhadap awak media di lapangan.
Mereka mengingatkan bahwa insan pers memiliki peran vital dalam ekosistem sepak bola nasional dan wajib mendapatkan perlindungan hukum saat bertugas.
"Intimidasi terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi dan hak publik atas informasi," pungkas Suryansyah.
Diduga, intimidasi ini tak lepas dari ulah tak terpuji suporter Malut United yang melakukan tindakan anarkis.
Wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin laga tersebut jadi korban pemukulan oknum suporter Malut United. (naz)
Editor : Mizan Ahsani