Jawa Pos Radar Madiun - Manajemen Jakarta Pertamina Enduro (JPE) memberikan klarifikasi tegas terkait isu pemecatan sang kapten, Tisya Amallya Putri, yang sempat viral di media sosial.
Rumor yang beredar menyebutkan Tisya bakal diganti oleh setter asal Korea Selatan, Yom Hye Seon, demi menciptakan reuni eks penggawa Red Sparks bersama Megawati Hangestri di JPE.
Chef de Mission JPE, Werry Prayogi, memastikan bahwa informasi tersebut adalah kabar bohong atau hoaks.
Isu ini dinilai sengaja disebarkan untuk mengganggu stabilitas tim yang kini tengah bersiap menghadapi fase krusial babak empat besar Proliga 2026.
Manipulasi Konten Berbasis AI
Pihak manajemen mengidentifikasi bahwa penyebaran hoaks ini dilakukan secara canggih menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan deepfake.
Oknum tidak bertanggung jawab memotong pernyataan manajemen di luar konteks untuk membangun narasi palsu.
"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," tegas Werry, Sabtu (7/3).
"Kami sangat menyayangkan konten menyesatkan ini muncul saat tim butuh keharmonisan maksimal," sambungnya.
Baca Juga: Misi Scudetto Inter Terganjal Kutukan Derby, Chivu Ungkap Biang Kerok Kekalahan Timnya
Menanggapi serangan digital ini, manajemen JPE mengimbau para penggemar voli untuk lebih skeptis dan melakukan verifikasi melalui akun resmi tim @jakarta_pertamina_enduro.
Dengan klarifikasi ini, status Tisya Amallya sebagai motor serangan JPE tetap tak tergoyahkan.
Manajemen berkomitmen melindungi reputasi pemain dari sabotase digital di tengah persaingan sengit menuju gelar juara. (naz)
Editor : Mizan Ahsani