Jawa Pos Radar Madiun - Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, kini menjadi salah satu pemain yang paling sering mendapat cemoohan dari suporter lawan di Italia.
Siulan dan ejekan terus mengiringi setiap sentuhan bolanya di lapangan.
Situasi tersebut kembali terlihat dalam laga Derby della Madonnina antara AC Milan dengan Inter Milan pada Minggu, 8 Maret.
Setiap kali Bastoni menguasai bola, sebagian besar penonton langsung merespons dengan siulan keras.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kontroversi yang melibatkan Bastoni dengan Pierre Kalulu, bek Juventus, beberapa waktu lalu masih membekas di benak para penggemar sepak bola Italia.
Cemoohan Terjadi di Banyak Stadion
Derby Milan bukanlah pertama kalinya Bastoni menerima perlakuan tersebut.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, bek tim nasional Italia itu juga mendapatkan sambutan serupa.
Saat menghadapi US Lecce di ajang Serie A, Bastoni juga menjadi target siulan dari pendukung tuan rumah.
Hal yang sama terjadi ketika Inter bertandang melawan Como 1907 di kompetisi Coppa Italia.
Sepanjang pertandingan, bek berusia 26 tahun tersebut terus mendapat tekanan verbal dari tribun.
Awal Kontroversi: Insiden dengan Kalulu
Akar dari cemoohan terhadap Bastoni bermula dari pertandingan antara Inter dan Juventus dalam laga panas Derby d Italia.
Pada momen tersebut, Bastoni terlibat benturan dengan bek Juventus, Pierre Kalulu.
Setelah kejadian itu, wasit Federico La Penna mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Kalulu.
Keputusan tersebut membuat pemain Juventus itu harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Namun banyak pengamat dan suporter menilai Bastoni dianggap melebih-lebihkan kontak fisik dalam duel tersebut.
Aksi itu disebut-sebut sebagai bentuk diving untuk memancing kartu merah bagi lawannya.
Gestur Perayaan Memicu Kritik
Kontroversi tidak berhenti pada keputusan wasit. Reaksi Bastoni setelah kejadian itu juga memicu kritik.
Bek Inter tersebut terlihat merayakan dengan ekspresi yang dinilai berlebihan.Bagi sebagian penggemar tim lawan, gestur tersebut dianggap provokatif dan tidak sportif.
Sejak saat itulah Bastoni mulai menjadi sasaran cemoohan di berbagai stadion di Italia. (cor)
Editor : Andi Chorniawan