Jawa Pos Radar Madiun – Megawati Hangestri Pertiwi sudah “mudik” ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur.
Oposite andalan Red Sparks di liga voli Korea Selatan (V League) itu terbang menunju Indoesia pada hari Kamis 10 April 2025 melalui Bandara Udara Internasional Incheon, Korsel.
Itu setelah pemain berjuluk Megatron tersebut merampungkan pertandingan final V League musm 2024/2025 melawan Pink Spders ada hari Selasa 8 April 2025.
Menariknya, salah satu media lokal Korsel mengungah video miri film dokumenter terkait perjalanan Megawati Hangestri bersama Red Sparks selama mengarungi liga voli Korea Selatan.
Video liputan khusus tersebut dinggah di kanal YouTube KBS pada hari Jumat 11 April 2025 malam.
Baru lia jam diunga, film doumenter berdurasi sekitar 48 menit 26 detik itu sudah ditonton lebih dari 50 ribu kali.
Menarikya, liputan khusus itu juga mengambil seting lokasi tidak hanya di Korea Selatan atau markas Red Sparks saja.
Namun juga mengambl lokasi kota kelahiran Megatron di Jember, Jawa Timur. Sejumlah warga yang diwawancarai mengaku mengetahui jika Megawati Hangestri bermain voli di iga voli Korea Selatan.
Bahkan salah seorang ibu-ibu berkerudung mengaku bangga dengan prestasi pemai andalah pelati K He in tersebut.
Adegan lain meperlihatkan sekelompok remaja putri yang menonton pertandingan Red Sparks menghadapi Pink Spiders.
Mereka terlihat bersorak dan deg degan saat menonton pertandingan tersebut. Salah satu remaja putri itu menunjukan koleksi piala dan trophy kejuaraan yang diraih Megatron di olahraga bola voli tanah air.
Salah satunya adalah piala juara satu Livoli tahun 2022 yang dipegang perempuan yang mengenakan jaket dengan logo Jawa Timur itu.
Suasana latihan bola voli sekelompok remaja putri yang rata-rata menggunakan hijab di salah satu GOR juga turut direkam.
“Mbak Mega itu lompatannya tinggi banget, terus powernya itu kenceng banget, lincah,” ujar salah satu pelajar yang dinarasikan berusia 14 tahun saat wawancara.
“Mau seperti mbak Mega (Megawati Hangestri, red), bisa keliling dunia, bagus mainnya,” lanjutnya.
Salah seorang pria yang sepertinya adalah mantan pelatih Mega saat masih duduk dibangku sekolah menceritakan soal latihan Megatron.
“Fitnes pagi, jam 5.15 hamprr 5.30 sampai jam 7.15 , habis itu selesai dia berangkat sekolah,” terang pria tersebut.
“Itu tiap pagi. Mega semakin berkembang, selanjutnya ikut kejuaraan nasional itu,” tambahnya.
Sementara itu dalam wawancara di tempat terpisah, Megawati Hangestri juga menceritakan secuil kisahnya dalam olahraga yang membuat namanya terkenal di Indonesia dan Korsel tersebut.
"Waktu aku kecil tidak punya pikiran jadi pemain voli,” ucapnya.
"Gak senang juga sih karena harus latihan tiap hari. Lama kelamaan voli itu kok enak, punya banyak teman, aku bisa dapat uang dan bisa jalan-jalan gratis. Jadi aku senang dan punya teman baru,” terangnya lagi.
Menjelang akhir video liputan khusus tersebut terlihat sejumlah bocah usia sekolah dasar asik berman bola voli dibawah guyuran hujan.
“Mimpiku ingin menjadi seperti Megawati sih. ya pemain voli nasional,” ujar salah satu bocah berkaos warna kuning.
Sementara itu,di bagian lain video juga banyak wawancara dengan Megawati Hanstri soal perjalanannya selama mengarungi liga voli Korea Selatan.
Termasuk juga soal lathan yang harus dijalani bersama pemain Red Sparks lainnya. Tentu juga menyertakan wawancara setter utama sekaligs kapten tim Yeum Hye seon.
Sosok pelatih Ko Hee jin tak lupa ikut jadi salah satu narasumber dalam video dokumenter tersebut.
Pelatih yang dikenal dekat dengan Megtaron itu mengungkapkan pendapatnya soal performa, dedikasi dan cerita menarik lain soal pemain kunci tim asal kota Daejeon, Korsel tersebut.
Semua narasumber yang diwawancarai memberikan penilaian positif kepada pemain voli kelahiran Jember, Jawa Timur itu.
“Aku bersyukur juga. Jadinya aku seperti pembuka jalan bagi teman-teman,” ucap Megawt Hangestri di penghuung film dokumenter KBS tersebut. (sib)
Editor : Budhi Prasetya