JAKARTA - Babak paling menentukan M7 World Championship resmi dimulai Minggu (18/1/2026) di Jakarta.
Delapan tim terbaik hasil Swiss Stage bertarung di Knockout Stage dengan format double-elimination bracket.
Salah satu duel paling menyita perhatian publik Tanah Air mempertemukan dua wakil Indonesia, ONIC Esports kontra Alter Ego, pada Upper Bracket Quarter Final yang dimainkan dengan format best of three (Bo3).
Pertandingan ini memastikan satu tim harus turun ke lower bracket, sementara pemenang melangkah lebih dekat ke fase puncak.
Susunan Pemain ONIC dan Alter Ego
ONIC Esports menurunkan roster utama yang membawa mereka lolos dari Swiss Stage melalui laga dramatis.
Kairi mengisi posisi jungler, Skylar di gold lane, Sanz sebagai midlaner, Kiboy di roamer, dan Lutpiii di explaner.
Alter Ego datang dengan komposisi yang tampil stabil sejak awal turnamen.
Nino mengisi explaner, Hijumee di midlane, Alekk sebagai roamer, Arfy di gold lane, serta Yazuke di posisi jungler.
Game 1: Alter Ego Balikkan Keadaan dan Kuasai Mid Game
Game pertama dimainkan di map Dangerous Grass, map yang memiliki catatan positif bagi Alter Ego.
ONIC membuka laga dengan agresif dan berhasil mengamankan first blood. Objektif Turtle pertama juga diamankan ONIC, membuat skor sempat imbang 1-1 di menit kedua.
Memasuki menit ketiga, ONIC masih unggul tipis 2-1 dan menekan pergerakan Alter Ego.
Namun, skema permainan Alter Ego mulai berjalan rapi. Nino melakukan inisiasi krusial dengan menabrak Sanz, membuka ruang bagi timnya untuk membalikkan keadaan.
Alter Ego berbalik unggul 4-2, lalu memperlebar jarak menjadi 5-2 lewat permainan disiplin dan kontrol area rumput.
Tekanan terus berlanjut hingga skor 8-3 dengan keunggulan gold sekitar 1,4 ribu.
ONIC sempat bangkit setelah Kairi berhasil mengamankan Lord pertama dengan eksekusi bersih. Kondisi gold sempat kembali seimbang, tetapi momentum kembali berpihak pada Alter Ego.
Pada menit ke-13, Alter Ego unggul 10-4 setelah ONIC kehilangan dua pemain dalam team fight.
Kontrol lane sepenuhnya dipegang Alter Ego dengan keunggulan gold mencapai 3 ribu.
Situasi makin sulit bagi Raja Langit setelah Alter Ego mengamankan Lord. Yazuke tampil menonjol dengan Guinevere, mencatatkan double kill yang memperlebar skor menjadi 15-6.
Outplay beruntun dari Yazuke membuat ONIC kesulitan keluar dari tekanan.
Keunggulan Alter Ego terus bertambah hingga 18-7. Tekanan di mid game menjadi penentu, termasuk momen krusial Thunder dari Sora milik Nino yang meruntuhkan pertahanan ONIC.
Game pertama pun berakhir di menit ke-18. Alter Ego unggul 1-0 dan berada di posisi lebih menguntungkan dalam duel derby Indonesia ini.
Editor : Ockta Prana Lagawira